Jogja Course Center

product 1

Jogja Course Center (JCC) sebagai lembaga yang memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri, serta mendukung dalam penguasaan dan penerapan ilmu bahasa asing dan komputer, dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Info detail klik di sini.

Dinda Mustikawati

product 1

Situs Khusus Para Srikandi Penggoncang Dunia. Tempat berbagi info tentang pendidikan, pemberdayaan perempuan, fashion, kesehatan, dll. Silahkan klik di sini.

Iklan Anda

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Podoluhur News

Dedi Wahyudi lagi sibuk garap tesis, mohon doanya semoga diberikan kemudahan oleh Allah, aamiin.

HADITS PERBUATAN BAIK DAN PERBUATAN BURUK (AKHLAK MAHMUDAH DAN AKHLAK MAZMUMAH)

Dedi Wahyudi | 2/03/2009 09:45:00 am | 0 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PERTEMUAN KE SEPULUH
HADITS PERBUATAN BAIK DAN PERBUATAN BURUK
(AKHLAK MAHMUDAH DAN AKHLAK MAZMUMAH)

I.PERBUATAN BAIK:
1.Macam-macam perbuatan baik

1)Artinya:
Rasululloh s.aw bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah bagimu, kamu memerintah kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran adalah sedekah, kamu memberi petunjuk kepada seseorang yang sesat dari jalan adalah sedekah, kamu melihat kepada seseorang yang tidak bisa melihat dan menolong adalah sedekah bagimu, kamu menghilangkan batu, duri, tulang di jalan adalah sedekah bagimu dan kamu menuangkan air dari timbamu ke timba saudaramu adalah sedekah bagimu.”

Penjelasan:
Dalam hadis ini dijelaskan contoh-contoh perbuatan terpuji, diantaranya adalah bersedekah. Bersedekah tidak terbatas hanya dengan harta, namun dengan perbuatan-pun dapat dilakukan. Diantaranya yaitu:
(1)Senyum kepada saudara
(2)memerintah kepada kebaikan dan melarang kemungkaran
(3)memberi petunjuk kepada orang yang sesat dari jalanNya
(4)menolong seseorang yang buta
(5)menyingkirkan batu, duri, tulang ditengah jalan
(6)menuangkan air dari timba kita untuk orang lain.
Perbuatan diatas adalah sebagian contoh bersedekah. Jadi dalam kehidupan sehari-hari pun kita dapat melakukannya.

2)Artinya:
Dari Abu Musa ra berkata: Rosululloh s.a.w bersabda: Jenguklah orang yang sakit dan berilah makan kepada orang yang lapar dan lepaskanlah tahanan.

Penjelasan:
Hadits ini menganjurkan kita supaya kita:
(1)Menjenguk orang yang sedang sakit. Dengan kehadiran kita orang yang sakit akan merasakan bahagia dan sebaiknya kita menghiburnya sehingga dia bisa bersemangat untuk sembuh. Selain itu kita juga dianjurkan untuk mendoakan orang yang sakit.
(2)Memberi makanan kepada orang yang lapar meskipun makanan yang kita berikan sedikit akan tetapi, itu akan sangat berarti dan bermanfaat bagi orang itu.
(3)Melepaskan tawanan. Hal ini bermakna kita telah memberikan kebebasan dan hak-hak orang lain.

3)Artinya:
“kebaikan itu adalah berakhlak yang baik dan dosa itu adalah apa-apa yang membuat jiwamu gelisah dan kamu tidak ingin diketahui orang lain mengetahuinya”

Penjelasan:
Hadis ini menerangkan bahwa kebaikan itu akan membawa ketenangan dalam hati kita dan sebaliknya dosa akan membuat jiwa kita tidak tenang karena mereka takut kalau orang lain akan mengetahui dosa yang ia perbuat. Dan mereka takut orang akan mencaci mereka atas dosa yang mereka perbuat. Dan yang paling mereka takutkan adalah mereka akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka nantinya di hadapan Alloh. Karena Alloh maha melihat segala apa yang mereka perbuat.

4)Artinya:
Abu Syuraih Al-Adawi ra berkata: Telah mendengar kedua telingaku, dan telah melihat kedua mataku ketika nabi s.a.w bersabda: siapa yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian maka harus menghormati tetangganya. Dan siapa yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian maka harus menghormati tamunya ja’izahnya. Sahabat bertanya: Apakah ja’izahnya itu ya Rosulluloh? Jawab nabi: Ja’izahnya itu adalah hidangan jamuan pada hari pertama (sehari semalam). Dan hidangan dhiyafah (tamu) itu hingga tiga hari dan selebihnya dari itu. Maka dianggap sedekah. Dan barang siapa beriman kepada Alloh dan hari kemudian, maka harus berkata baik atau diam.
Penjelasan:
Dari Abu Syuraih dia mendengar dan melihat Rosululloh bersabda: Bahwa siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka dia harus:
(1)Menghormati tetangga, karena tetangga merupakan orang yang paling dekat dengan kita dalam bermasyarakat. Dan apabila kita sedang mendapatkan musibah orang yang pertama kali menolong kita pastilah tetangga, karena mereka adalah orang yang paling dekat dengan kita. Dan dalam kesenangan kita pun harus berbagi dengan tetangga. Maka kita harus menghormati tetangga agar tercipta kehidupan yang harmonis.
(2)Menghormati tamu dan ja’izahnya, tamu adalah orang yang wajib kita hormati. Dan dalam hadis ini kita wajib memuliakan tamu dengan cara menyediakan hidangan selama dia masih bertamu di rumah kita.
(3)Berkata baik atau diam, kalau kita tidak bisa berkata baik, kita lebih baik diam. Karena kalau kita tidak bisa menjaga perkataan kita, maka perkataan kita bisa membuat orang lain menjadi sakit hati dan yang lebih parah lagi dengan perkataan yang tidak baik itu bisa membuat perpecahan diantara umat islam. Oleh karena itu kalau memang kita tidak bisa menjaga perkataan kita maka kita lebih baik diam. Sesuai dengan sebuah hadits yang artinya “diam itu sebagian dari iman”




5)Artinya:
Dari sha’ab bin jatstsamah ra ia berkata: “saya menghadiahkan seekor keledai liar kepada rosulluloh s.a.w. kemudian beliau mengembalikan kepadaku. Ketika beliau melihat perubahan mukaku, beliau berkata sesungguhnya aku tidak menolak pemberianmu, hanya aku sedang ihram (HR. Bukhari-Muslim)
Penjelasan;
Hadits ini menunjukkan begitu luhurnya budi pekerti Rasulullah saw. Rasulullah saw. Tidak marah dalam menolak pemberian orang, tapi beliau menolak pemberian itu dengan hati-hati dan perkataan yang halus, karena pemberian itu dapat membatalkan ihromnya. Hadits ini, Rasulullah saw. memberikan contoh kepada kita supaya kita menghargai perasaan orang lain. Apabila kita hendak menolak pemberian orang, heruslah dengan kata-kata yang halus dan tidak menyakitkan hati orang itu.

PERBUATAN TERCELA
6)Sopan Santun duduk di jalan.

Artinya:
“Jauhilah kamu duduk di tepi jalan maka berkatalah mereka: Bagi kami hal ini satu keharusan karena sesungguhnya disini adalah tempat pertemuan dan tempat kami bercakap-cakap. Nabi bersabda: “Jika kamu menolaknya kecuali untuk tempat pertemuan. Maka laksanakanlah hak buat jalan itu”. Mereka bertanya: “Apakah hak untuk jalan-jalan itu?” Nabi bersabda: “Tutuplah matamu (dari maksiat), dan hindarilah dari hal-hal yang menyakitkan orang lain, dan jawablah salam, dan perintahkan yang baik dan cegahlah yang buruk.”

Penjelasan:
Kita dilarang oleh Nabi saw. untuk duduk-duduk di jalan. Ini dikarenakan dijalan adalah tempat yang biasanya timbul perbuatan maksiat. Dengan duduk-duduk di jalan biasanya kita melihat hal-hal yang maksiat dan biasanya kita akan membicarakan orang lain. Kita dianjurkan untuk menjaga mata kita dari hal-hal yang berbau maksiat. Kita juga diwajibkan untuk menjawab salam, karena salam akan mempererat tali persaudaraan kita antara umat muslim. Disamping itu kita diharuskan untuk memerintah kepada hal yang baik dan melarang hal-hal yang buruk.

7)Dilarang mencela makanan

Artinya:
Dari Abu Hurairoh ra ia berkata. Rosululloh s.a.w tidak pernah mencela makanan. Apabila ia menyukainya beliau memakannya, dan apabila tidak menyenanginya maka beliau akan meninggalkan makanan itu. (HR.Bukhori-Muslim)

Penjelasan:
Mungkin mencela makanan adalah hal yang sering kita lakukan tetapi kita tidak pernah menyadari kalau hal itu termasuk perbuatan tercela dan dapat menyakiti hati orang lain. Seperti dalam hadits di atas kita harus menghargai makanan, karena makanan termasuk rizki yang diberikan Alloh dan harus kita syukuri sebagai nikmat Allah. Meskipun kita tidak menyukai makanan itu, kita tidak boleh mencacinya apalagi membuangnya. Lebih baik kita meninggalkanya dan jangan memakannya

8)Larangan Kikir

Artinya :
Dari Jabi ra.: ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “Takutlah kalian terhadap kedzaliman, sesungguhnya kedzaliman merupakan kegelapan pada hari Kiamat. Dan takutiah kalian pada kikir, sesungguhnya kekikiran telah membinasakan manusia sebelum kalian. Mereka terdorong menumpahkan darah dan menghalalkan semua yang diharamkan terhadap mereka.

Penjelasan:
Di Hadits ini dijelaskan kalau kita harus menjauhi sifat dzalim dan kikir. Karena kedzaliman akan memberikan kegelapan di Hari Kiamat. Dan kita tidak boleh kikir, karena sifat kikir akan merugikan diri kita sendiri. Dan sifat kikir akan mendorong kita untuk menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan harta yang sebanyak-banyaknya tanpa disedekahkan kepada orang lain. Padahal harta itu tidak akan kita bawa pada waktu kita mati.

9)Larangan ghibah

Artinya:
Tahukah engkau yang disebut ghibah? para sahabat menjawab: “hanya Alloh dan rosulnya yang lebih mengetahui. Nabi menjawab yaitu kamu menyebut-nyebut (keburukan) dari saudaramu yang ia membencinya jika disebut-sebut.

Penjelasan:
Ghibah adalah membuka aib orang lain untuk menjelekkan dan menjatuhkan nama baik orang lain. Membuka aib orang lain itu ibarat kita memakan bangkai saudara kita. Alangkah buruknya perbuatan itu, sampai-sampai Allah melarangnya karena hal ini dapat mengakibatkan perpecahan dan permusuhan diantara umat islam.

10)Larangan berburuk sangka, menyelidiki urusan orang lain

Artinya:
Awaslah kalian dari dari sangka sebab sangka itu sedusta-dusta cerita (berita) dan janganlah menyelidiki dan memata-matai (mengamati) hal orang. Dan jangan menawar untuk menjerumuskan orang lain dan jangan hasud menghasud dan jangan benci membenci dan jangan belakang membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Alloh itu saudara.

Penjelasan:
Dalain hadits ini kita dilarang untuk:
(1)Berburuk sangka terhadap orang lain, lebih-lebih terhadap saudara kita.
(2)Memata-matai atau menyelidiki orang lain, karena hal itu dapat membuat orang tersebut terganggu dan merasa tidak nyaman.
(3)Menjerumuskan orang lain ke jalan yang sesat.
(4)Hasud-menghasud dan benci-membenci dan belakang-membelakangi, karena hal ini dapat merenggangkan hubungan persaudaraan kita dan akan semakin menyulut api permusuhan.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Category:

Dedi Wahyudi, S.Pd.I: Kami harapkan senyum, salam, sapa, saran dan kritik untuk tulisan serta tampilan blog ini. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ilmunya membawa berkah.

0 komentar

Silahkan kirim komentar anda!