Jogja Course Center

product 1

Jogja Course Center (JCC) sebagai lembaga yang memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri, serta mendukung dalam penguasaan dan penerapan ilmu bahasa asing dan komputer, dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Info detail klik di sini.

Iklan AndaI

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Iklan Anda

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Podoluhur News

Dedi Wahyudi lagi sibuk garap tesis, mohon doanya semoga diberikan kemudahan oleh Allah, aamiin.

HADITS TENTANG KEIMANAN

Dedi Wahyudi | 2/03/2009 09:44:00 am | 0 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PERTEMUAN KE DELAPAN
HADITS TENTANG KEIMANAN

Iman kepada Allah adalah sesuatu yang pertama dan terpenting dalam sistem aqidah dan amal dalam Islam. Sebab, keyakinan-keyakinan lainnya merupakan cabang dari pokok tersebut. Ketetapan-ketetapan moral dan perdata juga bersandar pada poros itu. Segala yang dikandung oleh Islam tidak lain bahwa zat Allah menjadi sumber rujukannya. Adanya iman kepada malaikat-malaikat karena mereka adalah malaikat-malaikat Allah. Adanya iman kepada hari akhirat tidak lain karena hari itu hari keadilan dan keputusan Allah atas makhluk-makhluk-Nya. Demikian pula ketundukan pada perintah dan pencegahan dari larangan karena perintah dan larangan itu datang dari Allah.
Kitabullah dan sunnah RasulNya al amin telah memberikan petunjuk, bahwa aqidah yang benar itu meliputi: iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada para rasul, iman kepada hari akhir dan iman kepada takdir baik dan buruk. Keenam prinsip keimanan itulah sumber aqidah yang benar. Dengan keenam perangkat di atas kita akan menjadi mukmin sejati, yang selalu teguh memegang aqidah, dan setiap langkahnya adalah ketauhidan kepada Allah yang makin terhujam kedalam jiwa.
Dalam islam aqidah atau ketauhidan adalah ajaran yang paling pokok sebelum syariat dan tasawuf. Dalam ayat al qur’an banyak yang menjelaskan keimanan kepada Allah, malaikat, rasul dll. Namun, didalam hadits sendiri juga banyak disebutkan hadits tentang ajaran ketauhidan. Untuk itu ikutilah uraian ini dari awal hingga akhir agar kita tahu lebih banyak hadits yang menjelaskan tentang ketauhidan. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.
1.Iman, Islam dan Ihsan
باب سؤال جبريل النبي صلي الله عليه وسلم عن الايمان والإسلام والإحسان وعلم الساعة وبيان النبي صلى الله عليه وسلم له ثم قال جاء جبريل عليه السلام يعلمكم دينكم فجعل ذلك كله دينا وما بين النبي ص م لوفد عبد الاف من الايمان وقوله تعالي ومن الاسلام دينا فلن يقبل منه ٥٠ حدثنا مسدد قال حدثنا إسماعيل بن إبراهيم أخبرنا أبوحيان التيمي عن أبي زرعة عن ابي هريرة قال ثم كان النبي ص م بارزا يوما للناس فأتاه جبريل فقال ما الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وبلقائه ورسله وتؤمن بالبعث قال ما الاسلام قال الإسلام أن تعبد الله ولا تشرك به وتقيم الصلاة وتؤدي الزكاة المفروضة وتصوم رمضان قال ما الإحسان قال أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك قال متي الساعة قال ما المسؤول عنها بأعلم من السائل وسأخبرك عن اشراطها إذا ولدت الأمة ربها وإذا تطاول رعاة الابل البهم في البنيان في خمس لا يعلمهن إلا الله ثم أصحهما النبي ص م إن الله عنده علم الساعة الاية ثم ادبر فقال ردوه فلم يروا شيئا فقال هذا جبريل جاء يعلم الناس دينهم قال ابو عبد الله جعل ذلك كله من الإيمان (رواه البخاري)
Pada suatu hari ketika nabi duduk bersama sahabat, tiba-tiba datang seseorang bertanya apakah iman? Jawab Nabi: iman adalah percaya pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, dan akan berhadapan kepada Allah, dan pada Nabi utusan-Nya, dan percaya pada hari bangkit dari kubur. Lalu ditanya: apakah islam? Jawab Nabi: islam ialah menyembah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan mendirikan sembahyang. Lalu bertanya: apakah ihsan? Jawab nabi: Ihsan ialah menyembah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak dapat melihat-Nya, ketahuilah bahwa Allah melihatmu. Lalu bertanya bilakah hari kiamat? Jawab Nabi: orang yang ditanya tidak lebih mengetahui dari pada yang bertanya, tetapi saya memberitakan kepadamu beberapa syarat (tanda-tanda) akan tibanya hari kiamat, yaitu jika budak sahaya telah melahirkan majikannya, dan penggembala onta dan ternak lainnya telah berlomba membangun gedung-gedung, termasuk dalam lima macam yang tidak dapat mengetahuinya kecuali Allah, yang tersebut dalam ayat: “sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui, bilakah hari kiamat, dan Dia pula yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang didalam rahim ibu, dan tiada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, dan tidak seorangpun yang mengetahui dimanakah ia akan mati, sesungguhnya Allah maha mengetahui sedalam-dalamnya.
Catatan:
1.Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran islam: iman, islam dan ihsan.
2.Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussama’ (kepercayaan makhluk dilangit/jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk dibumi/Muhammad saw.)

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits:
1.Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadap dengan ulama, orang-orang mulia dan penguasa.
2.Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang-orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.
3.Jika sesorang yang ditanya tentang sesuatu dan dia tidak mengetahuinya, maka tidak ada cela baginya untuk berkata “saya tidak tahu”, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.
4.Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.
5.Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tuanya sebagiamana seorang tuan memperlakukan hambanya.
6.Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.
7.Perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.
8.Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.

2.Malu sebagian dari Iman

Hadits Abdullah bin Muhammad dari Abu Hirairah ra. Dari Nabi Muhammad saw., berkata: iman itu terbagi dalam enam puluh cabang dan malu adalah cabang dari iman.
Dalam hadits lain disebutkan ada 70 cabang iman. Tingkatan iman yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan, dan malu adalah bagian dari iman.

3.Hadits tentang Manisnya Iman

Dari Anas ra. Rasulullah bersabda: tiga perkara barang siapa ada padanya maka ia akan merasakan manisnya iman. Hendaklah Allah dan rasulnya lebih dicintai dari yang lainnya, dan mencintai seseorang karena Allah, benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan keneraka.

Dari Abu Hurairah ra. Sesungguhnya rasulullah bersabda: siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tetangganya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau diam.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1.Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.
2.Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menubuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.
3.Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya.
4.Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.
5.Islam sangat menjaga agar sesorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.
6.Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeru kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh.
7.Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikannya serta tidak menyakitinya.
8.Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar.
9.Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syari’at islam.
10.Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.
4.Tidak beriman bila tidak mencintai sesama


Dari abu hamzah, anas bin malik ra., pembantu rasulullah saw, dari rasulullah saw. Beliau bersabda: tidak beriman seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaiman dia mencintai dirinya sendiri.

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits:
1.Seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.
2.Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman.
3.Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
4.Anjuran untuk menyatukan hati.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Category:

Dedi Wahyudi, S.Pd.I: Kami harapkan senyum, salam, sapa, saran dan kritik untuk tulisan serta tampilan blog ini. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ilmunya membawa berkah.

0 komentar

Silahkan kirim komentar anda!