: :

Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Memuat...

03 Februari 2009

KANDUNGAN AL-QURAAN DAN ISU-ISU AKTUAL

KANDUNGAN AL-QURAAN DAN ISU-ISU AKTUAL

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Al Qur’an
Dosen Pengampu Dailatus Syamsiyah

Disusun Oleh :
ANNISA SUNNI 08410151
WAHYU BEKTI UTAMI 08410152
DEDI WAHYUDI 08410153
AISSYIYAH 08410154
HENDRI SUJATMIKO 08410156
CINCA PATRIA 08410157


Kelas : PAI 4
Jurusan/Prodi : Pendidikan Agama Islam
Naskah diserahkan tgl ……………………

Dipresentasikan tgl………………………...

FAKULTAS TARBIYAH
UIN SUNAN KALIJAGA
SMT GANJIL 2008/2009

Daftar Isi

Daftar Isi 2
1. Pendahuluan 3
1.1 Latar Belakang Masalah 3
1.2 Masalah atau Topik Bahasan Makalah 3
1.3 Tujuan Penulisan Makalah 3
2. Pembahasan 5
2.1 Pengertian dan nama-nama Al-Qur’an………………...4
2.2 Isi kandungan Al-Qur’an………………………………..6
2.3 Isu-Isu aktual (Kesetaraan Gender)…………………….8
3. Penutup 9
3.1 Kesimpulan 9
3.2 Penutup 9
Daftar Pustaka 10


Bab I
Pendahuluan

1.1.1Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an adalah wahyu Alloh yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Di dalamnya terdapat banyak sekali makna yang terkandung. Andaikata Al-Qur’an dapat disebut buku maka ia merupakan satu-satunmya buku yang sanggup merubah dunia dalam sekala yang sangat besar. Kesanggupan ini tak dapat tertandingi oleh buku-buku lain manapun, minimal karena ia merupakan firman Alloh, maka petunjuk-petunjuk yang diberikannya diyakini oleh kaum muslimin sebagai kebenaran mutlak, yang karena itu pula mereka tak pernah ragu untuk mengamalkannya.
Untuk itu kami mencoba sedikit menggali makna yang terdapat dalam Al-Quraan

1.2Masalah atau Topik Bahasan Makalah
Problematika yang sesuai dengan judul makalah dan atas dasar pertimbangan latar belakang masalah, maka penulis mengemukakan yang perlu dipecahkan sebagai berikut :
1.2.1Pengertian dan nama-nama Al-Quraan
1.2.2Kandungan pokok Al-Quraan
1.2.3Isu-isu aktual dalam Al-Quraan

1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Makalah ini dimaksudkan untuk membahas tentang berbagai hal yang berhubungan tentang isi kandungan Al-Quraan.Selain itu makalah yang kami buat ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Al-Qur’an


BAB 1
PEMBAHASAN

Pengertian dan nama-nama Al-Qur’an
Nama-nama Al-Qur’an yang sangat terkenal ialah:
a.Al-Qur’an, dan nama ini dapat kita jumpai antara lain dalam surat Al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan permulaan Al-qur’an, sebagai pentunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
b.Al-Furqan, dan nama ini kita dapatkan antara lain di dalam surat Al-Furqan ayat
1. Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam[Jin dan manusia],
c.Al-Kitab, dan nama ini dapat kita temukan antara lain dalam surat An-Nahl ayat 89:
“…dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
d.Adz-Dzikr, nama ini dapat kita jumpai di dalam surat Al-Hijr ayat 9:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dikr (Al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami (pulalah) yang memeliharanya.”
Sedangkan sebutan yang terasa relevan, lebih mengena untuk nama lain dari Al-Qur’an disebutkan dalam referensi lain yaitu:
a.Al-Kitab. Dinamai Kitab, karena ayat-ayat Al-Qur’an tertulis dalam bentuk kitab. Dalilnya Q.S Al-Baqarah ayat 2:
“Suatu kitab yang Kami turunkan kepadamu(muhammad) agar kamu membebaskan dari kegelapan kepada cahaya terang benderang”. (Ibrahim ayat 1).
Menurut pengertian yang dapat kita tangkap dari beberapa ayat Al-qur’an yang lainnya (misalnya Surat Al-Furqan ayat 35 dan Maryam ayat 30). Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Injil untuk Nabi Isa, juga disebut Al-Kitab.
Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
b.Al-Furqan. Yang berarti pembeda. Yang berarti Al-Qur’an menjelaskan antara yang hak dan yang batil, antara yang benar dan yang salah, dan antara yang baik dan yang buruk. Seperti halnya Al-Kitab dipakai untuk sebutan semua kitab suci yang diturunkan Allah, Al-Furqan pun demikian. Sebab, Al-Furqan diturunkan pula kepada nabi Musa dan Harun. Dijelaskan dalam Q.S. Al Anbiya’ ayat 48:
Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
c. Adz-Dzikr. Disebut adz-dzikr berarti peringatan, menurut Al-Zarkasyi, karena Al-Qur’an menagndung peringatan-peringatan, nasehat-nasehat, serta informasi mengenai umat yang telah lalu yang tentu saja sebagai peringatan dan nasehat juga bagi oarng yang bertakwa. Ayat Al-Qur’an yang meunjuk di dalam Surat Al-Hijr ayat 6, dan an-Nahl ayat 44.
Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.
Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka[829] dan supaya mereka memikirkan,
[829] Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran.

c.Al-Mushaf. Allah menyebut shuhuf untuk kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa. Ayat A’la ayat18-19 berikut ini sebagai penjelas:
Sesungguhnya Ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
Dahulu, pada masa Rasulullah saw, para sahabat menulis Al-Qur’an pada kayu, batu, kulit dan pelepah kurma. Benda-benda yang telah ditulisi dengan ayat-ayat Al-Qu’an itu disebut shuhuf. Setelah shuhuf-shuhuf itu dikumpulkan da digabung menjadi satu, maka para sahabat menyebutnya mushhaf. Sebutan Mushhaf menjadi semakin populer setelah Utsman bin Affan membentuk panitia penghimpun ayat-ayat al-Qur’an dan mendistribusikan mushaf-mushaf salinan itu ke beberapa wilayah kekuasaan Islam. Sejak itu, pengertian Al-Mushaf berkembang menjadi sebuah nama yang memberi identitas pada “kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad, tertulis di dalam lembaran-lembaran, membacanya merupakan ibadah, susunan kata dan isinya mu’jizat, dinukil secara mutawatir, dimulai dengan surah Al-fatihah dan diakhiri dengan An-Nas”.

2.2 ISI KANDUNGAN AL-QUR’AN
Setiap mempelajari Ilmu apapun jenis ilmunya, akan diperoleh manfaat darinya. Demikian halnya dengan orang Islam yang sangat concern dalam menggeluti Ulum Al-Qur’an. Dia akan memiliki ilmu pengetahuan yang luas tentang Al-Quraan. Mulai dari nuzul wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sampai masa dibukukannya. Disamping itu dapat diketahui berapa banyak orang-orang Islam itu yang memiliki perhatian terhadap kitab sucinya dalam masa serta upaya-upaya mereka dalam memelihara, menafsirkan dan mengambil hokum-hukum dari Al-Qur’an dan sebagainya.1
Isi ajaran Al-Qur’an pada hakikatnya mengandung lima prinsip, sebab tujuan pokok diturunkan Al-Qur’an pada Nabi Muhammad untuk diteruskan kepada umat manusia, adalah untuk menyampaikan lima prisip yang terdapat di dalam Al-Qur’an, sebagai berikut:
1. Tauhid (doktrin tentang kepercayaan Ketuhanan Yang Maha Esa).
Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
[826] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.
[826] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.
Sebelum kelahiran Nabi Muhammad (pra Islam, keadaan umat manusia umumnya telah menyimpang dari ajaran-ajaran lainnya dari para Nabi dan Rasul sebelumnya, sekalipun sebagian mereka ada pula yang masih mengaku percaya kepada ke-Esaan Tuhan(tauhid), tetapi sebenarnya tauhidnya sudah tidak murni lagi, sebab Tuhan dianggap tidak tunggal sepenuhnya, melainkan Ia terdiri dari beberapa oknum, misalnya doktrin tri murti atau trinitasdari agama Hindu dan Kristen.
2.Janji dan Ancaman Tuhan
Tuhan menjajikan kepada setiap orang yang beriman dan selalu mengikuti semua petunjuk-Nya, hidupnya akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, dan akan dijadikan khalifah (penguasa) di muka bumi ini(perhatikan Q.S An-Nur:55. Sebaliknya, Tuhan mengancam kepada setiap orang yang ingkar kepada Tuhan dan memusuhi Nabi(Rasul)-Nya serta melanggar perintah-perintah dan larangan-Nya, hidupnya akan sengsara, dunia maupun akhirat.
3.Ibadah
Tujuan hidup manusia di dunia ini adalah beribadah kepada Allah. Pengertian ibadah menurut Islam, adalah cukup luas, sebab tidak hanya terbatas pada shalat, puasa, haji dan yang semacam itu, tetapi semua human activity yang dilakukan oleh manusia dengan motifasinya (niat) yang baik. Ibadah bagi manusia adalah berfungsi sebagai manifestasi manusia bersyukur pada Tuhan, Penciptanya, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepadanya, dan juga berfungsi sebagai realisasi dan konsekuensi manusia atas kepercayaannya terhadap Tuhan YME.
4. Jalan dan cara mencapai kebahagiaan
Setiap orang yang beragama, pasti bercita-cita ingin mendapatkan kebahagiaan hidupnya, dunia akhirat. Tentunya dengan taqwa kepada-Nya.
5.Cerita-cerita (sejarah-sejarah Umat manusia sebelum Nabi Muhammad saw. Di dalam Al-Qur’an terdapat cerita-cerita para Nabi atau rasul beserta umat-Nya.

Isu-Isu Aktual (kesetaraan gender)
Gender berasal dari bahasa Inggris yang berarti jenis kelamin, namun beberapa ahli menganggap pengertian ini kurang tepat sebab dengan pengertian tersebut gender disamakan dengan sex yang berarti jenis kelamin. Selain itu Gender juga diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dari segi nilai dan tingkah laku.2
Adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak dapat disangkal karena memiliki kodrat masing-masing. Perbedaan tersebut paling tidak dari segi biologis. Al-Quran mengingatkan, “Janganlah kamu iri hati terhadap keistimewaan yang dianugerahkan Allah terhadap sebagian kamu atas sebagian yang lain. Laki-laki mempunyai hak atas apa yang diusahakannya dan perempuan juga mempunyai hak atas apa yang diusahakannya” (QS. An-Nisa’: 32) Ayat di atas mengisyaratkan perbedaan, dan bahwa masing-masing memiliki keistimewaan.


BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Al-Qur’an memiliki banyak nama yang mana nama-nama tersebut merupakan sifat dari Al-Qur’an. Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berhubungan dengan isu-isu aktual seperti : kesetaraan gender, pluralisme, nasionalisme, dan HAM

3.2 Penutup
Jika ada kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami nantikan saran dan kritik yang membangun. Terima kasih atas segala perhatiannya.


DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Khoerudin.2007.Pengantar Studi Alqur’an,Yogyakarta:ACAdeMIA +TAZZAFA
Ayub,Mahmud.1992.Qur’an dan Para Penafsirnya,Jakarta:Pustaka Firdaus
Marzuki,Kamaludin.1994.Ulum Al-Qur’an,Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Kholil Al-Qatan,Manna.2007.Studui Ilmu-ilmu Al-Qur’an,Jakarta:PT Mitra Kerja Jaya Indonesia
Zuhdi,Masdfuk.1997.Pengantar Ulumul Qur’an.Surabaya:Karya Abditama
Yusuf,Muhammad.2004.Studi Kitab Tafsir.Yogyakarta:TERAS

0   komentar

Silahkan kirim komentar anda!

Cancel Reply