03 February 2009

Qawaidul fiqhiyah (kaidah-kaidah fiqh)

Posted By: Dedi Wahyudi - 10:18 AM
BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Masalah
Qawaidul fiqhiyah (kaidah-kaidah fiqh) adalah suatu kebutuhan bagi kita semua khususnya mahasiswa fakultas syari’ah. Banyak dari kita yang kurang mengerti bahkan ada yang belum mengerti sama sekali apa itu Qawaidul fiqhiyah. Maka dari itu, kami selaku penulis mencoba untuk menerangkan tentang kaidah-kaidah fiqh, mulai dari pengertian, sejarah, perkembangan dan beberapa urgensi dari kaidah-kaidah fiqh.

Dengan menguasai kaidah-kaidah fiqh kita akan mengetahui benang merah yang menguasai fiqh, karena kaidah fiqh itu menjadi titik temu dari masalah-masalah fiqh, dan lebih arif di dalam menerapkan fiqh dalam waktu dan tempat yang berbeda untuk kasus, adat kebiasaan, keadaan yang berlainan. Selain itu juga akan lebih moderat di dalam menyikapi masalah-masalah sosial, ekonomi, politin, budaya dan lebih mudah mencari solusi terhadap problem-problem yang terus muncul dan berkembang dalam masyarakat.

II. Rumusan Masalah
Mengerti dan memahami pengertian dan sejarah perkembangan kaidah-kaidah fiqh
Menyebutkan pembagian kaidah fiqh
Apakah manfaat dan urgensi dari kaidah-kaidah fiqh?
Bagaimana kedudukan dan sistematika kaidah fiqh?
Apa beda kaidah ushul dan kaidah fiqh?
Mengetahui apa itu kaidah umum dan kaidah asasi

III. Tujuan Pembahasan
Makalah ini disusun bertujuan agar kita mengetahui, memahami dan mengerti tentang hal-hal yang berhubungan dengan kaidah-kaidah fiqh, mulai dari definisi, pembagian dan sistematika kaidah fiqh.
Ilmu Fiqih membatasi masalah yang dikaji hanya pada daerah “amaliyah”. Jadi, ilmu Fiqih tak mengkaji secara dominan hari kemudian, surga, dan neraka; karena hal itu diluar jangkauan kajian “amaliyah”. Abu Zahrah, seorang Professor Ushul, menjelaskan bahwa kajian keyakinan Muslim seperti Keesaan Allah (Tuhan), bersihnya Rasul, serta penyampaian Qur’an kepada Rasul, dan keyakinan terhadap kiamat; kesemuanya itu tidaklah termasuk kajian fiqh. Fiqih, oleh karena itu, memahami daerah “tindakan manusia” atau “kemungkinan tindakan” yang rasional dan praktis (Zahroh, 1997:1-3). Dapat dikatakan, Ilmu Fiqih mengkaji obyek amaliyah, yang menjadikannya berbeda dengan ilmu Tauhid dan Tasawwuf.

Ilmu Fiqih tak bersifat mistik (mystic/kebatinan), supra-natural, dan asketik (pertapa/tapabrata). Akan tetapi, Ilmu Fiqih menerima kharakter empirik, rasional, fisik, etis, dan normatif. Ketika manusia menghadapi dan menyadari masalah, mereka berusaha menyelesaikannya. Dalam usaha memecahkan masalah tersebut, Ilmu Fiqih tak menoleh kepada perasaan, akan tetapi, Ilmu Fiqih menoleh ke pikiran berdasarkan penalaran dan bukti-bukti yang nyata. Karena itu, Ilmu Fiqih berusaha mencari penjelasan secara rasional-logis dan empiris. Disatu pihak, karena masalah yang dihadapi nyata dan rasional, ilmu fiqih mencari jawabannya pada sumber-sumber yang nyata dan rasional pula.

Fiqih berusaha memaparkan sumber otoritatif dan non-otoritatif menjadi pengetahuan yang siap-pakai dan mudah dipahami. Hal ini berarti, mujtahid membantu muslim lainnya untuk memahami keputusan dan hukum dari Qur'an, Sunnah, dan hasil Ijtihad melalui penataan dan uraian sedemikian rupa. Lebih dari itu, perbedaan lingkup masalah mengakibatkan berbedanya metode, pendekatan, dan teknik analisis yang dipakai para mujtahid.

Biografi Penulis

Dedi Wahyudi, M.Pd.I adalah seorang Dosen Metodologi Studi Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jurai Siwo Metro dengan NIP 199101032015031003. Dedi Wahyudi, M.Pd.I dilahirkan di Kebumen pada 3 Januari 1991. Dia mengawali pendidikannya di SD Negeri 4 Kedawung, SMP Negeri 3 Kebumen, dan SMA Negeri 2 Kebumen. Dia juga nyantri di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Pekeyongan, Podoluhur, Klirong, Kebumen. Setelah menyelesaikan S-1 pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2011) dengan predikat “Lulus Terbaik dan Tercepat” pada wisuda periode 1 tahun ajaran 2011-2012, dia melanjutkan studi S-2 di Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan kembali meraih predikat “Lulus Terbaik dan Tercepat” pada wisuda periode III tahun ajaran 2013-2014 dengan IPK 3,94. Pengalaman mengajar di SMP Muhammadiyah 2 Mlati Sleman sejak 2012 hingga 2014. Dia juga sebagai penulis di berbagai media massa seperti Suara Merdeka, Lampung Post, Metro Riau, dan lainnya. Dia pernah mendapatkan beasiswa dari PT Djarum dan Kementerian Agama RI. Sekarang, penulis sebagai Dosen Tetap di STAIN Jurai Siwo Metro sekaligus sebagai Pengelola Jurnal P3M STAIN Jurai Siwo Metro. Penulis aktif di www.podoluhur.blogspot.com Konsentrasi kajiannya adalah studi Islam, ilmu pendidikan, media pembelajaran, strategi pembelajaran, dan sejarah Islam. Dia mempunyai seorang istri bernama Nuryah, M.Pd.I dan dikaruniai seorang putri bernama Nadya Fatiha Rahma.

0 comments:

Iklan

Tidak lama lagi kami akan pergi meninggalkan dunia ini, tetapi kami berdoa semoga tulisan kami akan terus menginspirasi dan membawa berkah