Jogja Course Center

product 1

Jogja Course Center (JCC) sebagai lembaga yang memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri, serta mendukung dalam penguasaan dan penerapan ilmu bahasa asing dan komputer, dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Info detail klik di sini.

Iklan AndaI

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Iklan Anda

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Podoluhur News

Dedi Wahyudi lagi sibuk garap tesis, mohon doanya semoga diberikan kemudahan oleh Allah, aamiin.

RESUME BUKU BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR DAN MENGAJAR

Dedi Wahyudi | 2/03/2009 10:38:00 am | 1 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

RESUME BUKU
BERBAGAI PENDEKATAN
DALAM PROSES BELAJAR DAN MENGAJAR

Tugas Sukarela MK : Pengantar Ilmu Pendidikan
Dosen : Dra.Hj.Afiyah AS,M.Si.
1.Judul Buku : BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR & MENGAJAR
2.Tahun : 2006
3.Penulis : Prof.Dr.Nasution,M.A.
4.Penerbit : PT Bumi Aksara
5.Alamat Penerbit : Jalan Sawo Raya No.18
Jakarta 13220
6.Jumlah Halaman : 224 halaman, 10 BAB
7.Cetakan : Kesepuluh
8.No.ISBN : 979-526-162-2

Nama Mahasiswa : Dedi Wahyudi
NIM : 08410153 NPK : 15
Jurusan / Prodi : PAI Kelas : PAI 4A

FAKULTAS TARBIYAH
UIN SUNAN KALIJAGA
SEMESTER GANJIL 2008 /2009
YOGYAKARTA, DESEMBER 2008


FOTO KOPI SAMPUL BUKU


PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat limpahan rahmat dan nikmat-Nya kita masih diberi kesempatan untuk mencari,menggali, membahas,dan mengamalkan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
Tugas ini kami buat bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu-ilmu pendidikan yang berguna bagi para praktisi pendidik agar semakin semangat dalam memajukan mutu pendidikan nasional kita.
Buku “BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR” karangan Prof.Dr.Nasution, M.A. isinya sangat bagus. Dia menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan seperti proses belajar, sikap guru, cara belajar, pengajaran modul, dan sebagainya. Dia menjelaskan dengan terperinci dan mudah dipahami.
Buku tersebut juga memungkinkan untuk dikonsumsi oleh semua kalangan karena dari sisi ekonomisnya itu sangat murah jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang terkandung dalam buku tersebut.
Akhirnya kami merasa dalam penyusunan resume buku “BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR” yang juga sebagai tugas mandiri mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan ini masih banyak kekurangannya maka kami mengharap kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu suksesnya resume ini terutama kepada Ibu Dosen Dra.Hj.Afiyah,M.Si. yang senantiasa mendorong kami untuk mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu kependidikan. Semoga kesuksesan menjadi milik kita. Amiin.
Penyusun


FOTO KOPI KATA PENGANTAR


Daftar Isi

Foto Kopi Sampul Buku 2
Pengantar 3
Foto Kopi Kata Pengantar Buku 4
Daftar Isi 6
Foto Kopi Daftar Isi Buku 7
Pembahasan 11
Bab 1 Proses Belajar Mengajar Menurut Jerome S.Burner 12
Bab 2 Resource - Based Learning 13
Bab 3 Belajar Tuntas (Mastery Learning) 14
Bab 4 Usaha-usaha Dalam Pengajaran Individu 15
Bab 5 Belajar Bebas 16
Bab 6 Gaya Belajar 17
Bab 7 Sikap Guru 18
Bab 8 Beberapa Pendapat Tentang Metode Kuliah 18
Bab 9 Proses Belajar-Mengajar Menurut Robert M.Gagne 18
Bab 10 Pengajaran Modul 18
Penutup 19
Kesimpulan 19
Penutup 19
Foto Kopi Daftar Pustaka 20


FOTO KOPI DAFTAR ISI BUKU


PEMBAHASAN

Buku ini terbit dengan tebal buku 224 halaman dan terdiri dari 10 bab yang masing-masing bab saling terkait sehingga menjadikan buku ini mudah dipelajari.
Bab-bab yang terdapat dalam buku “ Pendidikan Pancasila” yaitu:

1)Proses Belajar Mengajar Menurut Jerome S.Burner
2)Resource - Based Learning
3)Belajar Tuntas (Mastery Learning)
4)Usaha-usaha Dalam Pengajaran Individu
5)Belajar Bebas
6)Gaya Belajar
7)Sikap Guru
8)Beberapa Pendapat Tentang Metode Kuliah
9)Proses Belajar-Mengajar Menurut Robert M.Gagne
10)Pengajaran Modul

Untuk lebih jelasnya marilah kita pelajari bab demi bab.


BAB I
PROSES BELAJAR MENGAJAR MENURUT JEROME S.BURNER
(Halaman 1 sampai 17)

Tujuan dari belajar yang utama adalah apa yang telah dipelajari berguna di kemudian hari serta membantu kita untuk belajar terus dengan cara yang lebih mudah.
Kita sering dengar istilah kurikulum “spiral” yaitu kurikulum yang membicarakan hal yang sama dengan cara yang lebioh matang dan abstrak,sesuai perkembangan anak. J.Bruner berpendirian bahwa “setiap mata pelajaran dapat diajarkan dengan efektif dalam bentuk yang jujur secara intelektual kepada setiap anak dalam setiap tingkat perkembangannya”.
Proses belajar dibedakan menjadi tiga fase yaitu informasi, transformasi, dan evaluasi. Dalam belajar kita memperoleh banyak informasi kemudian informasi tersebut ditransformasikan menjadi lebih abstrak dan dapat digunakan untuk hal yang lebih luas lalu dipilih atau dievaluasi mana yang lebih bermanfaat.
Banyak ahli pendidikan menyadari betapa pentingnya untuk mengembangkan intuisi selekas mungkin sejak masih kecil. Kemampuan berpikir intuisi ini dapat menjadikan seseorang mendapatkan pemahaman dengan segera. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang berpikir intuitif yaitu guru, penguasaan bahan, struktur pengetahuan, prosedur heuristik, dan kebiasaan menerka,.
Dalam kegiatan KBM perlu adanya alat-alat mengajar. Jeromer Bruner membagi alat intuksional menjadi 4 macam yaitu
1.Alat untuk menyampaikan pengalaman misalnya TV, rekaman,dan sebagainya
2.Alat model misalnya model molekul
3.Alat dramatisasi
4.Alat automatisasi misalnya teaching machine.
Namun, alat yang paling utama yaitu guru yang memiliki peranan menyampaikan pengetahuan, guru sebagai model, dan sebagai pribadi.

BAB II
RESOURCE - BASED LEARNING
(Halaman 18 sampai 32)

Dengan resource-based learning dimaksudkan semua bentuk belajar yang langsung menghadapkan siswa dengan suatu atau sejumlah sumber belajar baik secara individu atau kelompok dengan segala kegiatan belajar yang bertalian dengan itu. Resource-based learning dilatarbelakangi perubahan-perubahan yang mempengaruhi pembinaan kurikulum. Resource-based learning merupakan salah satu untuk mempertimbangkan perbedaan individual.
Ilmu senantiasa berkembang untuk itu hendaknya siswa dilatih untuk belajar mandiri agar senantiasa siap dengan segala perubahan. Enurut Jerome S. Bruner yang sangat berpengaruh dewasa ini sangat menganjurkan kemampuan anak untuk menemukan sendiri suatu ilmu dan yang paling penting ditemukan adalah struktur disiplin ilmu.
Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber diataranya yaitu
1.Memanfaat semua sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran
2.Berusaha memberi pengertian kepada siswa tentang luas dan beragamnya sumber informasi yang bermanfaat untuk belajar
3.Terdorongnya keaktifan murid dalam kegiatan belajar mengajar.
4.Berusaha mengubah system belajar konvensional yang menganggap semua murid sama, maka keanekaragaman individu diperhatikan.
5.Tidak adanya paksaan dalam kegiatan belajar.
6.Lebih fleksibel dalam penggunaan waktu dan ruang
7.“Belajar berdasarkan sumber “ mengembangkan kepercayaan akan diri sendiri dalam hal belajar yang memungkikan untuk melanjutkan belajar seumur hidupnya.
Dalam pelaksanaannya, cara belajar ini perlu memperhatikan hal-hal berikut: pengetahuan yang ada, tujuan pelajaran, memilihmetodologi, koleksi bahan, penyediaan tempat, dan penyediaan bahan.


BAB III
BELAJAR TUNTAS (MASTERY LEARNING)
(Halaman 33 sampai 57)

Angka atau nilai yang diberikan oleh guru kepada muridnya biasanya mencerminkan kecerdasan anak tersebut tetapi tidak seuanya benar. Banyak guru yang memberi nilai rendah (killer) demi mempertahankan harga diri dan kebanggaannya. Sebenarnya fungsi pendidikan adalah membimbing anak kearah suatu tujuan yang kita nilai tinggi.Apa yang diajarkannya hendaknya dipahami oleh semua siswa atau seringnya ini disebut belajar tuntas.
Sejumlah pakar pendidikan berpendapat bahwa semua orang dapat menguasai suatu materi tertentu asal dipenuhinya syarat-syaratnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan penuh yaitu: bakat untuk mempelajari sesuatu, mutu pengajaran, kesanggupan untuk memahami pengajaran, ketekunan, dan jumlah waktu yang tersedia untuk belajar.
Untuk mencapai penguasaan penuh perlu adanya bantuan tutor untuk setiap anak yang dapat memberi bantuan menurut kebutuhan sekolah. Selain itu ada cara tentang penghapusan sistem kelas sehingga anak akan maju seseuai kemampuan masing-masing.
Prasyarat penguasaan penuh yaitu merumuskan secara khusus bahan yang harus dikuasai dan tujuan itu harus dituangkan dalam suatu alat evaluasi yang bersifat sumatif agar dapat diketahui tingkat keberhasilan murid.
Perlu adanya prosedur tambahan untuk mencapai penguasaan penuh yaitu pemberian umpan balik dari guru terhadap muridnya dan memberikan sumber dan metode-metode pengajaran tambahan dimana saja dibutuhkan.
Hasil yang diharapkan dari mastery learning ini yaitu memberikan rasa kepercayaan pada kemampuan sendiri pada siswa. Mastery learning juga mengembangkan minat dan sikap positif terhadap suatu pelajaran dan ilmu yang memberi harapan bahwa anak itu kelak akan terus belajar sepanjang umurnya sesuai kemajuan jaman.


BAB IV
USAHA-USAHA DALAM PENGAJARAN INDIVIDU
(Halaman 58 sampai 79)

Pengajaran individual merupakan hal yang sangat menarik perhatian para pendidik. Sistem ini kebanyakan memiliki ciri yang sama yaitu perhatian akan perbedaan individual di kalangan para pelajar dan usaha untuk menyelesaikan pelajaran dengan perbedaan itu.
Pengajaran berprogram itu prinsipnya terdiri atas langkah-langkah yang tersusun menurut urutan yang membawa murid dari apa yang telah diketahuinya sampai apa yang harus diketahuinya, yaitu tujuan pelajaran itu.
Komputer sangat berguna bagi dunia pendidikan diantaranya yaitu untuk membantu pengajaran, manajemen pengajaran, dan pemberi informasi.
Banyak cara yang digunakan untuk pengajaran individualdiantaranya lagi yaitu pengajaran modul, mini course, sistem kontrak, sistem keller, pengajaran yang ditentukan untuk tiap individu, dan proses KBM menurut pilihan siswa.
Dari beberapa metode itu sepertinya kegiatan belajar berpusat pada murid. Guru juga harus memperdalam pengetahuan dan ketrampilan tentang cara-cara mengajar yang ter buka baginya.
Menjalankan metode pengajaran individual yang dimaksud untuk memperbaiki mutu pengajaran harus oleh berbagai fasilitas, sumber, dan tenaga pembantu. Selain itu juga partisipasi siswa itu sendiri.
Evaluasi pengajaran ini sangat bermanfaat untuk memperbaiki sistem pengajaran individual sehingga diharapkan pengajaran individual ini mempunyai potensi yang besar sekali untruk meningkatkan mutu dan efektifitas pengajaran.

BAB V
BELAJAR BEBAS
(Halaman 80 sampai 92)

Carl R. Roger seorang ahli psiko terapi mengatakan bahwa murid-murid tak hanya secara bebas artinya tanpa dipaksa menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu tertentu tetapi juga belajar membebaskan dirinya untuk menjadi manusia yang berani memilih sendiri apa yang dilakukannya dengan penuh tanggung jawab.
Bagaimana mengembangkan kebebasan ini pada murid kita, diantaranya : kita (para pendidik) harus berkelakuan wajar dan benar menurut apa yang terkandung dalam dirinya, harus jujur, dan seorang pendidik harus berempati.
Belajar bebas tercapai jika dipenuhi syarat-syarat berikut : adanya masalah, kepercayaan akan kesanggupan manusia, keterbukaan guru, guru harus menerima dan menghargai murid, dan guru harus senantiasa bersedia membantu memecahkan kesulitan belajar muridnya.
Dalam proses mencapai kebebasan biasanya ada fase-fasenya pertama mereka yang terbiasa dengan cara konvensional akan frustasi pada fase awalan, lalu muncul inisiatif dan kerja individual, munculnya keakraban pribadi, lalu terjadi perubahan individual dan para pengajar pun terpengaruh untuk memilih cara belajar bebas.
Dunia sudah penuh aturan maka belajar harus dibebaskan agar menemukan kebebasan hati selain itu belajar dengan diberikan kebebasan belajar maka membawa perubahan positif pada anak, tentang sikapnya terhadap dirinya serta lingkungannya.

BAB VI
GAYA BELAJAR
(Halaman 93 sampai 118)

Dalam mengajar perlu memperhatikan gaya belajar (learning style) siswanya. Tak ada satu metode yang sesuai bagi semua murid. Untuk memperrtinggi efektifitas kegiatan belajar mengajar perlu dilakukan penelitian dalam tiga bidang yaitu :
1.Gaya Kognitif Siswa,
2.Gaya Respons Siswa Terhadap Stimulus,
3.Preseptif – reseptif , sistematis – intuitif
Guru harus sadar adanya tipe murid yang berbeda,maka perlu tahu gaya respon yang diantaranya : mahasiswa penurut, mahasiswa yang tak dapat berdiri sendiri, mahasiswa yang patah semangat, mahasiswa yang dapat berdiri, mahasiswa “pahlawan”, mahasiswa “penembak tersembunyi”, mahasiswa penarik perhatian, mahasiswa pendiam. Sebenarnya tipe-tipe mahasiswa ini hanyalah sebagai percontohan tipe mahasiswa dan banyak pendapat yang berbeda.
Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat menyesuaikan gaya belajarnya. Memanfaatkan gaya belajar siswa bagi seluruh lembaga pendidikan sekolah atyau universitas, jauh lebih sukar dan kompleks daripada pelaksanaanya oleh gurudalam kelasnya dalam bidang studinya. Perlu adanya pembaharuan pendidikan yang nantinya menuju kepada kebaikan dan pasti menemui banyak rintangan. Segala rintangan perlu diatasi yang memerlukan banyak pemikiran, biaya, waktu, dan frustasi.

BAB VII
SIKAP GURU
(Halaman 119 sampai 124)

Banyak sekali sikap guru dalam mengajar diantaranya sikap otoriter terhadap muridnya yang mana guru menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuan tanpa lebih jauh mempertimbangakan akibat bagi anaknya( khususnya perkembangan pribadinya), sikap permissive yang membiarkan anak belajar tanpa banyak tekanan frustasi, larangan, perintah, atau paksaan, kemudian sikap riil yang merupakan sikap guru yang cukup baik yang bertindak secara kondisional.
Bagaimana seharusnya sikap guru? Guru hendaknya jangan melupakan aspek bahan pelajaran (perkembangan intelektual) dan aspek anak (perkembangan anak sebagai pribadi yang bulat).Guru tidak cukup hanya menguasai bahan pelajaran pelajaran akan tetapi harus pula melibatkan pribadi anak dalam pelajaran untuk mencapai hasil yang diharapkan.Guru juga harus menjadi model atau suri tauladan bagi anak karena anak-anak dapat belajar darinya.
Dalam kegiatan belajar hendaknya jika ada sesuatui yang sulit dicari pemecahannya dengan cara yang menggembirakan. Karena jika ditinggalkan itu tidak dibenarkan sebab dalam kehidupan sekarang maupun yang akan dating setiap anak akan menghadapi kesulitan dan ia harus belajar untuk mengatasinya sehingga kelakuannya berubah dan lebih mampu untuk menghadapi kesulitan-kesulitan baru.

BAB VIII
BEBERAPA PENDAPAT TENTANG METODE KULIAH
(Halaman 125 sampai 130)

Metode kuliah menurut para pengajar dinilai cukup baik karena memiliki banyak manfaat diantaranya merupakan cara paling ekonois dalam menyampaikna materi, dapat memecahkan masalah-masalah yang tak dapat dipecahkan secara pribadi oleh mahasiswa, dengan kuliah para pengajar dapat merespon segala pertanyaan mahasiswa yang tak dapat dilakukan secara audio-visual, para pengajar dapat membangkitkan semangat untuk bahan pelajaran, dapat mengadakan diskusi tentang perkembangan-perkembangan baru dalam ilmu itu dan dapat menunjukan topik-topik untuk dipelajari selanjutnya.
Menurut mahasiswa kuliah agar berhasil ddenagb baik maka kuliah harus jelas, mempunyai rangkuman yang tertur, direncanakan secara logis, menekankan prinsip-prinsip pokok, tidak sering menyimpang dari materi bahasan dan jangan terlalu banyak merupakan informasi yang tercantum dalam buku.
Fungsi kuliah menurut mahasisa adalah mengintroduksi matapelajaran yang baru dan menunjukan hub ungannya dengan odang studi lainnya, memberi keterangan tentang perkembangan baru dalam ilmu itu, dan memberi kesempatan untuk membicarakan masalah-masalah dan cara pemecahannya.
Banyak ahli berpendapat agar kegiatan perkuliahan harus dihadiri karena menurut penelitian akan meningkatkan prestasi siswa.
Kuliah dalam setiap fakultas berbeda ada yang banyak diskusi, praktik, dan sistem tutorial.
Kuliah pada waktu pagi menurut penelitian lebih baik dan itupun hanya efektif pada seperempat jam awalannya saja maka sebaiknya perkuliahan jangan terlalu lama.
Kuliah dianggap baik dan berhaisl jika tercapai apa yang menjadi tujuan yang diinginkan.

BAB IX

PROSES BELAJAR-MENGAJAR MENURUT ROBERT M. GAGNE (Halaman 131 sampai 194)

Manusia selalu tumbuh dan berusaha untuk belajar. Untuk menjelaskan bagaimana ptoses belajar muncul berbagai teori.
Robert M. Gagne membedakan tipe belajar sesorang menjadi : signal learning ( belajar isyarat), stimulus response learning (belajar stimulus-respon), chaining (rantai atau rangkaian), verbal association (assosiasi verbal), discrimination learning(belajar diskriminasi), concept learning (belajar konsep), rule learning (belajar aturan), dan problem solving (memecahkan masalah)
Dalam kegiatan belajar kita akan mengingat sesuatu, lalumengenal kembali sesuatu itu, mengingat kembali informasi verbal, dan kita sering menggunakan ketrampilan intelektual.
Untuk belajar sesuatu kita perlu perhatian dan motivasi belajar yang kuat. Hasil belajar juga dipengaruhioleh perkembangan kematangan. Hendaknya sebagai seorang guru yaitu membangkitkan dan memelihara perhatian, memberitahukan hasil yang diharapkan murid, memenejemen kegiatan belajar mengajarnya, merumuskan tujua pembelajaran, menentukan struktur pelajaran, memilih kondisi belajar, melakukan penilaian, dan lainnya.
Komunikasi dengan murid saat pelajaran berlangsung juga hendaknya berlangsung dengan baik. Dalam pemberian pelajaran juga memerlukan media. Media tersebut sangat banyak macamnya.
Bentuk-bentuk pengajaran materi juuga bermacam-macam diantaranya system tutor,metode kuliah, resitasi, diskusi, laboratorium, dan pekerjaan rumah. Semuanya memiliki kebaikan dan kekurangannya.

BAB X
PENGAJARAN MODUL
(Halaman 204 sampai 220)

Akhir-akhir ini banyak perhatian terhadap pengajaran individual dan kepercayaan akan kemampuan individu untuk belajar sendiri. Diantara beberapa model pengajaran individual pengajaran modul termasuk metode yang paling baru yang menggabungkan keuntungan-keuntungan dari berbagai pengajaran individual lainnya.
Pengajarn modul yaitu pengajaran yangseluruh atau sebagiannya berdasarkan modul. Tujuan pengajaran modul yaitu untuk membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut kecepatan masing-masing dasn menurut cara masing-masing.
Pengajaran modul memiliki banyak keuntungan bagi siswa dan guru diantaranya yaitu mendapat balikan (feedback), penguasaan tuntas (mastery learning), tujuan jelas, memberikan motivasi, lebih fleksibilitas, meningkatkan rasa bekerjasama diantara siswa, memberikan rasa kepuasan, memberikan bantuan individual, dapat lebih banyak waktu untuk pengayaan, kebebasan rutinitas, mencegah kemubadziran, dan meningkatkan profesi keguruan. Dapat dikatakan semua bidang studi dapat dimodulkan.
Untuk mempelajari modul maka siswa harus memiliki pengetahuan tentang itu sebelumnya karena bila tidak memadai , maka akan bingung.Setelah siswa menyelesaikan suatu modul akan diberi post test.
Ada juga masalah-masalah yang timbul dari pembelajaran modul. Bagi siswa yaitu siswa harus sanggup merubah cara belajarnya dan harus pandai membagi waktu. Bagi pengajar yaitu selain memakan waktu yang banyak dalam menyiapkan modul juga memerlukan keahlian dan ketrampilan yang cukup. Bagi administrator yaitu terkait masalah fasilitas yang mengarah kepada pembiayaan pembuatan modul.


PENUTUP

Kesimpulan
Buku ini tampil dengan sangat menarik disertai bahasanya yang mudah dipahami dan mudah dicerna oleh semua kalangan khususnya para mahasiswa. Buku ini menerangkan berbagai hal yang berhubungan dengan proses belajar dan mengajar..
Dengan buku diharapkanpara praktisi pendidikan dan masyarakat untuk merasa kurang puas dengan sistem pendidikan yang ada agar muncul dorongan untuk mencari cara-cara yang baru yang lebih efektif miksalnya munculnya cara pengajaran modul yang kini dipandang sebagai metode yang memberi harapan paling besaruntuk mengadakan perbaikan dalam pendidikan.
Buku ini laris dipasaran dengan bukti pada tahun 2006 sudah mencapai cetakan yang kesepuluh. Para peminatnya mungkin beranggapan bahwa buku ini murah tetapi isinya sangat baik sehingga para konsumen lebih condong memilih buku ini.

Penutup

Kami nantikan saran dan kritik yang membangun. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Category:

Dedi Wahyudi, S.Pd.I: Kami harapkan senyum, salam, sapa, saran dan kritik untuk tulisan serta tampilan blog ini. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ilmunya membawa berkah.

1 komentar

Silahkan kirim komentar anda!