: :

Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Memuat...

22 Mei 2009

FILSAFAT DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN

Tatkala Allah menciptakan makluknya,di ciptakanlah manusia di antara makluk yang paling sempurna dengan di berikan akal fikiran sehinga mendapat kritikan tegas oleh para malaikat ,namun semua itu telah ada dalam rencana allah Swt. firman allah dalam quran. Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.(Q.S,Albaqorah 30) Kessempurnaan akal fikiran insaniah mampu membukak tabir-tabir rahasia alam ,yang selama ini menjadi pertanyaan dan hal yang membingungkan,padahal alquran telah meliputi pandanganya kepada filsafat manusia dari sudut pemikiran dan kemauan manusia tersebut keduanya terdapat di dalam filsafat tabiah dan ma`rifat yang telah di tentukan batas-batas kemampuan manusia itu. Firman allah dalam alquran Artinya : Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?(Q,S.Adz dzariyaat 21) Dan juga dalam ayat lain allah Swt berfirman Artinya: Katakanlah: Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.(Q,S.yunus 101) Singkat kata bahwa alquran mengajak kepada filsafat di segala penjuru dan mengatur jalanya kesatuan ketaatan pada kehendak Allah dijabarkan pada Uluhiyah yang dilaksanakan di Alam Semesta. 
Di sini akan dikemukakan sedikit pandangan umun tentang historis filsafat dan ringakasan perkembangan pemikiran.,mempunyai sejarah yang panjang tak habis-habisnya di bahas oleh para ilmuwan. Sebelum kita menjelajah lebih dalam dalam filsafat terlebih dahulu kita memahami pengertian dari filasaft tersebut. 
A. Pengertian Filsafat
Apakakah filsafat itu? Bagaimana defenisinya? Demikianlah pertanyaan pertama yang kita hadapi tatkala akan mempelajari ilmu filsafat. Istilah filsafatâ dapat di tinjau dari dua segi,yakni: 
a. Segi semantic: 
perkataan filsafat berasal dari bahasa arab falsafahyang berasal dari Yunani,philosohiaâ yang berarti philos =cinta,suka (oving), dan `Sophia` = pengetahuan,hikmah(wisdom). Jadi `philosophia` berarti cinta kepada kebijaksnaan atau cinta kepada kebnenaran. Maksudnya, setiap orang yang berfilsafat akan menjadi bijaksana. Orang yang cinta kepada pengentahuan di sebut `philosopher` dalam bahasa Arabnya `failasuf` Pencinta pengentahuan ialah oarng yang menjadikan pengentahuan sebagai tujuan hidupnya,atau perkataan lain,mengabdikan dirinya kepada pengetahuan. 
b. Segi praktis : 
dilihat dari pengentahuan praktisnya, filsafat berarti `alam pikiran` atau`alam berpikir` Berfilsafat artinya berpikir Namun tidak semua berpikir berarti berfilsafat Berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan sunguh-sunguh Sebuah sembonya mengatakan bahwa “setiap manusia adalah filsufâ Sembonyan ini benar juga,sebab semua manusia berpikir. Akan tetapi secara umum semboyan itu tidak benar,sebab tidak semua manusia yang berpikir adalah filsuf. Filsuf hanyalah orang yang memikirkan hakikat segala sesuatu dengan sunguh-sunguh dan mendalam. 
Tegasnya: Filsafat adalah hasil akal sesorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain: Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sunguh-sunguh hakikat kebenaran segala sesuatu. Sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas tadi tentang pengertian,maksud dan tujuan filsafat secara umum disamping secara? rinci memaparkan filsafat yangbegitu popular akir-akir ini yaitu filsafat analitis dan strukturalisme.
B. ZAMAN PRA YUNANI KUNO
Zaman ini disebut zaman batu karena pada zaman ini kebanyakan manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan.Zaman ini berlangsung sekitar 4 juta-20 ribu sebelum Masehi.
 Diantara sisa-sisa peradaban pada zaman ini antara lain:
a. peralatan dari batu;
b. tulang belulang hewan;
c. sisa beberapa tanaman;
d. gambar di gua;
e. tempat penguburan; dan
f. tulang belulang manusia purba.
Antara abad ke-15 sampai 6 Sebelum Masehi telah ditemukan besi,tembaga,perak untuk b\erbagai peralatan.
 Abad ke-6 lahir Filsafat di Yunani. Kelahirannya disebut sebagai peristiwa ajaib (the greak miracle)..Menurut K. Bertens, ada beberapa factor yang yang seakan-akan mempersiapkan lahirnya Filsafat.
a. Pada zaman Yunani terdapat mitologi yang kaya sertya luas. Mitologi ini dianggap sebagai perintis yang mendahului filsafat., karena mite-mite merupak,an percobaan muntuk m engerti. Mite-mite ini sudah memberi jawaban atas pertanyaan yang muncul di hati manusia. Misalnya, apa sebab matahari terbit?. Melalui mite-mite, manusia mempelajari gejala-gejala alm.
b. Kesusastraan Yunani 
Karya puisi Homeros yang berjudul Ilias dan Odissea mempunyai kedudukan istimewa. Syair-syair dalam karya tersebut sangat lama digunakan sebaagai semacam buku pendidikan untuk rakyat Yunani.
c. Pengaruh ilmu pengetahuan yang pada waktu itu sudah terdapat di Timur Kuno.
Orang Yunani berhutang budi kepaa bangsa lain dalam menerima beberapa unsure ilmu pengetahuan dari mereka. SDeperti Ilmu Ukur dan Ilmu Hitung yang sebagian dari Bangsa Mesir dan Babylonia yang pasti mempengaruhi perkembambangan ilmu Astronomi di Yunani.
 
 Pada abad ke-6 Sebelum Masehi mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan. Sejak saat itu orang mulai mencari berbagai jawaban rasional tentang problem yang ada di alam semesta. Logos (akal budi, rasio) menggantikan mythos. Dengan demikian lahirlah Filsafat.

C. ZAMAN YUNANI KUNO
ZAman ini ndi pandang sebagai zaman keemasan filsafat. Pada zaman ini orang mempunyai kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Pada masa ini bangsa YUnani tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi sehingga Yunani dianggap sebagai gudang Filsafat.
Zaman kuno meliputi zaman pra-Socrates di Yunani. Tokoh-tokohnyadikenal sebagai filsuf p ertama atau filsuf alam. Mereka mencari unsure asal muasal segala sesuatu. 
  Zaman Yunani Kuno merupakan zaman keemasan filsafat. Hal ini disebabkan adanya kebebasab berfikir sehingga setiap orang berhak mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Para Filosof cenderung menawarkan pemikiran rasional yang penuh dengan argumen yang logis yang dapat diterima akal sehat. Mereka tidak lagio mempercayai mitologi-mitologi. Bangsa. Yunani tidak mau menerima begitu saja. Mereka lebih bersikap kritis terhadap fenomena. Sikap seperti itulah yang menjadi cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan hjngga sekarang.
 Zaman Kuno meliputi zaman filsafat pra Socrates di Yunani.Tokoh-tokohnya disebut Filsuf pertama atau filsuf alam. Mereka mencari unsure induk(arche) yang diangggap asal dari segala sesuatu.
 Apakah muasal segala sesuatu? Inilah pertanyaan yang dianggap pertama kali yang muncul dalam sejarah filsafat.
 Jawaban pertama muncul di kepulauan MILETOS, dari Thales, Anaximander, Anaximenes. 
1. Thales
Thales memberikan jawaban bahwa segala sesuatu berasal dari air, ia juga menyatakan bahwa bumi terapung di atas air.Air dapat diamati dalam bentuknya tyang bermacam-macam. Air dapat berbentuk benda halus (uap), dapat berbentuk cair (air), dan juga bisa berbentuk padat (es). Bahkan Thales mangatakan bahwa air adlah segala Sesutu, sebab air dibutuhkan oleh semua yang ada. Air dapat diamati dimana-mana. Di danau, laut, sungai, bahkan di makanan dan dalam tubuh makhluk hidup.
 Pernyataan ini tentu saja menolak kepercayaan mistisyang mengasalkan segala sesuatu berasal dari dewa-dewa. Namun pada sisi lain Thales menbyatakan bahwa "segala sesuatu sesungguhnya penuh dengan dewa-dewa." Pernyataan kedua ini merupakan rumusan dalam dunia mistis, namun sebuah rumusan yang sebelumnya didahului oleh pengamatan realitas bukan rumusan yang diterima begitu saja.
2. Anaximander
Jika air adalah yang pertama yang nenyusua semesta, maka air harus ada dimana-mana, harus meresapi segala sesuatu termasuk api dan benda-benda yang kering. Air begitu terbatas untuk bereada dimana-mana, penyebabnya air dibatasi oleh lawanny, yaitu api. Air yang terbatas dan apapun yang terbatas tak bisa menjadi penyusun segala sesuatu, dan karenanya nastilah yang tak terbatas yang menyusun segala sesuatu. Yang tak terbatas adalah suatu hal yang dibayangkan Anaximander sebagai sesuatuyang tidak memiliki sifat-sifat benda yang dapat dikenali manusia.
Pada dasarnya kekacauan yang menghasilkan perceraian dari yang tak terbatas. Laluy dari yang tak terbatas dilepaskan unsure-unsur yang selalu berlawanan, yaitu panas-dingin, kering-basah. Keberlawanan itu tercipta oleh hukum keseimbangan. Kemvbali pada perceraian, perceraian mengakibatkan putting beliung yang memisahkan yang dingin dari yang panas, dan melalui hukuym keseimbangan yang panas melingkuopi yang dingin. Keduanya menggumpal sejenis bola. Karena panas melingkupi dindin itu, air terlepas dan menjadin kabut., udara. Udara menekan bola itu hingga meletus, letusannya menghasilkan lingkaran-lingkaran yang masing-masing mempunyai satu pusat. Tiap lingkaran terdiri dari api yang dibalut udara. Tiap lingkaran itu pula memilikib satu lubang yang menjadikan api di dalamnya tampak sebagai bintang-pbintang, bulan dan matahari.

3. Anaximenes
 Jawaban Anaximander dibantah oleh Anaximenes, "Tak mungkin yang tak terbatas menjadi asal dunia", demikian ujar anaximenes. Udara adalh asal muasl itu. Bukankah udara meliputi selurh jagat raya? Bukankah udara yang berbentuk hawa yang dengannya seluruh organ manusia tersatukan. Alam semestapun berasal dan dopersatukan oleh udra. Bagaiman kejadiannya? Seperti inilah neburut Anaximenes. Pada mulanya adalah udara, kemudian ada pemadatan dan pengenceran. Udara yag memadat menjadin angina, air, tanah dan batu. Udara yang mengencerf menjadi api.
Demikienlahpemikiran filsafat di masa awal. Pemikiran dari Miletus ini memberikan dasra bagi filsuf kemudian, tentang (1) pemahaman yang berdasarkan hasil pengamatan. (2) asal muasal segala sesuatyu tediri dari satu hal yang tunggal. Observsi, pengamatan yang teliti terhadap apa yang ada bagi filsuf Miletus, menjadi dasar dari penemuan kearifan.
4. Pythagoras
 Filsuf yang hidup sekitar tahun 532 SM ini meberikan jawaban yang bberbeda dari filsuf Miletos. Ia mengatakan, "asal muasal segala sesuatu adalh bilangan-bilangan".
 Pythagoras disamping sebagai filsuf, mmembentuk kumpulan keagamaaan yang ajarannya adalah perpindahan jiwa. Ajaran lainnya diantaranya dilarang memakan buncis, jangan memungut barang jatuh, jangan menyentuh ayam jago ptih, jangan melangkahi palang,dll. Ajarannya ini digabungkan dengan filsafat bilangannya.
 Semuanya berasal dari bilangan. Pythagoras mendasarkan jawabannya ini pada pengamatan pada musik. Ia menemukan bhwa keindahan pada bunyi-bunyian terjadi karena adanya keselarasan antar bunyi, dan keselarasan itu menunjukkan adanya ukuran yang tertentu. Bilangan –bu=ilangan adalah pengukur keteraturan itu, artinya tanpa adanya bilangan –bilangan keteraturen tidak akan terwujid. Makanya menganggaop unsure-unsur bilangan sebagai unsure-unsur dari segala sesuatu yang ada, sehingga segala sesuatunya disusun menurt bilangan-bilangan. Unsur-unsur Dario segala sesuatu tersebut merupakan yang pertama-tama. Merekapun percaya bahwa kubah langit manifestasi dari bilangan –bilangan. Salah satu manifestasi dari bilangan-bilangan adalah keadilan, 

5. Democritos
 Sekali lagi, terbuat dari napakh dunia ini? Dari atom, kata Leucippus. Atom adalah partikel kecil materi yang dipisahkan satu sama lain oleh kehampaan, atom-atom bergerak oleh keniscayaan. Jadi sesuatu misterius di balik yang tampak adalh sejumlah atom yang tak terbatas. Atom-atom yang tidak dapat ditembus dan tidak dapat berubah komposisinya. Atom hanya berbeda dalam bentuk dan susunan. Semua perubahan yang dilihat indra di sebabkan oleh pengelompokan atom-atom primer. 
 Democritos dari Abdera (420 SM) menyempurnakan pendapat Leucippus. Ia memulai dengan pertanyaan : apa yang di maksud dengan keniscayaan pada gerak atom ? apakah ayng menentukan susunana atom-atom yang teratur ? dimanakah tempat atom-atom tersebut di dalam dunia ini ? jika semua hal terdiri dari atom, pikiran dan benda-benda pastilah sama dari atom, bagaiman keduanya bisa sama ?
 Democritos setuju dengan Heraclitos dan Anaxagoras, namun ada perbedaan argument. Ia setuju pada Heraclitos bahwa alam ini terus berubah dan tak mungkin di sebabkan oleh apapun. Ia setuju dengan Anaxagoras bahwa alam ini terdiri pertikel-pertikel yang sangat kecil yang tak dapat di lihat mata serta jumlahnya tak terbatas, dan Democritos menamainya sebagai atom. Atom, dari kata A-tomos : “ tak dapat di bagi “. Democritos membayangkan ada unsure penyusun alam semesta yang tetap, tak terbagi, dan abadi. Atom di anggep sebagai asal, dan tak mungkin ada asal lain selain atom.
 Lalu bagaimana atom-atom itu bisa menyatu membentuk mawar atau kupu-kupu? Democritos menyakini bahwa atom itu selain jumlahnya tak terbatas, juga memiliki bentuk yang beraneka ragam. Sebagian bulat mulus, sebagian lagi tak beraturan dan bergerigi. Keberadaan ini membuat mereka satu sama lain saling terkait dan menghasilkan bentuk tertentu mawar atau kupk-kupu misalnya.
 Jika sebuah benda mati atau hancur, atom-atomnya terurai dan dapat di gunakan lagi untuk membentuk benda-benda lain.
D. Zaman Pertengahan
Zaman Pertengahan di Eropa adalah zaman keemasan bagi kekristenan. Abad pertengahan selalu dibhas sebagai zaman yang khas, karena dalam abad-abad itu perkembanagan alam pikiran Eropa sangatterkendala olh keharusan untuk disesuaikan dengan ajaran agama. Filsafat zaman pertengahan biasanya dipandang terlampau seragam, dan lebih dari itu dipandang seakan-akan tidak penting bagi sejarah pemikiran sebenarnya. Bila kita hendak memahami perkembangan pemiikran kefilsafatan , maka pendapat semacam itu hendaknya ditinjau kembali. Apa yang terungkap pada renaissance dan pada filsafat abad ke-17, tidak mungkin dipahami, manakala kita mengabaokan permainan pendahuluan tentang hal-hal tersebut yang terjadi pada abad pertengahan. Filosof Yunani yang berpengaruh pada abad pertengahan adakah Plato dan Aristoteles, Plato menampakkam pengaruhnya pada Agustlnus sedangkan Aristoteles pada Thonas Aquinas.
Filsaratt Agustinus (354-430) merupakan Filsafat mengenai keadaan ikut ambil bagian, suatu bentuk Platonisme yamg sangat khas. Dengan pengetahuannya mengenai kebenarean-kebenaran abadi yang disertakan sejak lahir dalam ingatan dan yang menjadi sadar karena manusia mengetahui sesuatu, manusia ikut ambil bagian dalam idea-idea Tuhan, yang mendahkui ciptaan dumia. Ciptaan merupakan kedaan yang ikut ambil bagian dalam idea-ldea Tuhan tetapi manusia adalah ciptaan yang unik,ia bukan keadaan yang ambil bagian yang pasif melainkan diwujudkan secara aktif dalam suatu pengetahuan yang penuh kasih. Secara demikian manusia mekakui penciptaan dapat mendaki pada pengakuan yang penuhkasih akan Tuhan Dalam arti tertentu keadaan ikut ambik bagian ini terjadi dengan mengetahui sesuatu, namun semua perbuatan mengetahui dibimbing oleh kasih, demikian menurut Agustinus berpikir dan mengasihi berhubungan secara selaras ean tak terceraikan. Tuhan adalah ada sebagai ada, ynang bersifst pribadi dan sebagai pribadimenciptakan seluruh jagat raya secara bebas, dan tidak dengan jalan emanasio yang niscaya terjadi, seperti dikatalan oleh Platinos.
Pemiliran filsafat Aristoteles direnungkan secara mendalam oleh Thomas Aquinas (1125-1274), tanpa eagu-ragu ia mengambil pemiliaran filsafat Aristoteles sebagai dasar dalam vberfilsafat. Namun demikian pemikiea filsafat Thomas tidak semata-mata merupakan pengulangan dari filsafat Aristoteles. Ia membuang hal-hal yang tak pas dengan ajra Lristiani dan menambahlkan hal-hal yang baru, sehimgga filsafatnya melahirkan suatu aliran yang bergorak Thomismem yamg menjadi ciri khas filsafat zaman pertengahan yang dilenal dengan predikat “Ancilla Theologie”.
E. Zaman Renaissance (14-16 M)
Peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern ditandai oleh suatu era yang disebut dengan ‘renaissans’. Renaissans adalah suatu zaman yamg sangat menaruh perhatian dalam bidang seni lukis, patung, arsitektur, musik, sastra, filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Pda masa ini berbagai gerakan bersatu untuk menentang pola pemikiran abad pertengahan yang Dogmatis, sehimgga mekahirkan perubahan revolusioner dalam pemikiran manusia dan membentuk suatu pola pemikiran baru dalam filsafat.Zaman renaissans dikenal demgan era kelahiran kembalikebebasan manusia dalam berp9ikir. Renaissance adalah zaman yamg didukumng olerh cita-sita lahirnya kembalimanusia yang bebas. 
Pemikir Renaissans antara lain: Nicolaus Copernicus dan Francis Bacon. Copernicus adalah tokoh gerejani yang ortodoks. Ia menemukan bahwa matahaei berada di pusat jagad raya, dan Bumi mempunyai 2 gerak, yaitu: perputaran sehari-hari pada porosnya dan gerak tahunan mengelilingi matahari. Teorinya disebut “heliosentrisme” dimana matahari adalah pusat jagat rayaSedangkan Bacon adalh pemilkir yang seolah-olah meloncat keluar dari zamannnyadenagn menjadi perintis ilmu pengetahuan. Ungkapan Baconyang terkenl adalah “Knowledge is power”, Pengetahuan adalh kekuasaan. Ada tiga contoh yang dapt membuktikan pernyataan ini, 1. mesiu menghasilkan kemenangan dan operang modern; 2. lompas memungkimkan manusia mempengaruhi lautan; 3. Pergetakan yang mempercepatpenyebaran ilnu pengetahuan.  
F. Zaman Modern
Filsafat Bsrst modern yang kelahirannya didahului oleh suatu pereode yang disebut dengan renaissans dan dimatang kan oleh gerakan Aufklarung di abad ke 18 itu, di dalamnya mengandung dua hal yang sangat penting. Pertama, semakin berkurangnya kekuasaan gereja, kedua, semakin bertambahnya kekuasaan ilmu pengetahuan. Pengaruh dari gerakan renaissans dan aufklarung itu telah menyebabkan peradaban dan kebudayaan Barat modern berkembang dengan pesat, dan semakin bebas dari pengaruh otoreitas dogma-dogma Gereja. Terbebasnya manusia Barat dari otoritas Gereja dampak semakin dipercepatnya perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan. Sebab pada zaman renaissans dan aufklarung perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan tidak lagi didasarkan padasn otoritas dogma-dofma Gereja, melainkan didasarkan atas kesesuaian dengan akal.Sejakitu kebenaran filsafat dan ilmu pengetahuan didasarkan atas kepercayaan dan kepastian intelektual yang kebenarannya dapat dibuktikan berdasarkan metode, perkiraan dan dan pemikiran yang dapt diuji. Kebenaran ynag dihasilkan tidak menetap tetapi dapat berubah dandikoreksi sepanjang waktu. Kebenaran merupakan “a never ending process”.
FilSAFAT Barat nodern dengan demikian memiliki corak yang berbeda dengan pereode filsafatAbad pertengahan. Perbedaan itu terletak terutamapada otoritas kekuasaan politik dan ilmu pengfetahuan. Jika pada abad pertengahan otiritas kekuasaan mutla dipegang oleh Gereja dengan Doigma-dogmanya, maka Pada zaman Modern otoritas kekuasaan itu terletak kemampuan akal manusoia itu sendiri. Manusia pada zaman modern tidak mau diikat oleh kekuasaaan manapun, kecuali oleh kekuasaan yang ada pada dirinya sendiri. Kekuatan yang mengikat itu adalah agama denagn gereejanya, sertaraja dengan kekuasaan politiknya yang bersifat absolute.
Para Filsuf modern pertama –tama menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau dogms-dogma gereja, juga tidak berasal dari kekuatan feudal, melainkan dari diri manusia sendiri. Sebagai ahli waris dari zaman renaissance, filsafat zaman modern ini bercorak antroposentris, artinya manusia menjadi pusat perhatuian penyelidikan filsafati. Semua filsuf pada zaman ini menyelidilki segi-segi subjek manusiawi ; “aku” sebagai pusat pemikiran , puisat pengamatan, pusat kebebasan, pusat tindakan, pusat kehendak , dan pusat perasaan.




























DAFTAR PUSTAKA
Anees, dkk. Filsafat Untuk Umum. 2003. Jakarta: Prenada Media
I:\edi.cairo@yahoo.com _ HISTORIS FILSAFAT DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN.htm
Surajiyo, Drs. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia; Suatu Pengantar. 2007. Jakarta: Bumi Aksara 
Muntasyir, Rizal Drs. M.Hum, dkk. Filsafat Ilmu. 2002. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
-------------. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN SUKA















FILSAFAT DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu

Dosen Pengampu:
M. Sudin, M.Si






 



Oleh
Acmad Ilfan Rifa’i
(07600051)









PROGAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA 
YOGYAKARTA
2008-2009


0   komentar

Silahkan kirim komentar anda!

Cancel Reply