Jogja Course Center

product 1

Jogja Course Center (JCC) sebagai lembaga yang memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri, serta mendukung dalam penguasaan dan penerapan ilmu bahasa asing dan komputer, dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Info detail klik di sini.

Iklan AndaI

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Iklan Anda

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Podoluhur News

Dedi Wahyudi lagi sibuk garap tesis, mohon doanya semoga diberikan kemudahan oleh Allah, aamiin.

KARAKTERISTIK DAN KOMPETENSI PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Dedi Wahyudi | 5/22/2009 06:17:00 am | 0 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

TUGAS KELOMPOK
Dosen pengampu : Dra.Hj.Afiyah.AS

Disusun Oleh: 
Eko Wahyudi 08410147
Reza Bafitra 08410150
Dedi Wahyudi 08410153

Kelas: PAI 4
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 
FAKULTAS TARBIYAH 
UIN SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2009

Daftar Isi
Daftar Isi 2
Pendahuluan 3
Latar Belakang Masalah 3
Masalah atau Topik Bahasan Makalah 3
Tujuan Penulisan Makalah 3
Pembahasan 3
Karakteristik Pendidik dalam pendidikan Islam ...4-5
Uji kompetensi guru 6
Manfaat 6
Materi uji kompetensi guru 7
Kemampuan dasar (kepribadian) 7
Kemampuan umum (mengajar) 7
Kemampuan khusus (pengembangan ketrampilan) 8
Penutup 8
Kesimpulan dan Analisa 8
Penutup 9
Daftar Pustaka 10

Bab I
Pendahuluan 
1.1 Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 bahwa pendidik yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widya iswara, tutor, instruktur, fasilitataor dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususan serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. 
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pada Bab II pasal 2 disebutkan bahwa:
guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Pendidik dan peserta didik adalah komponen dasar dalam sistem pendidikan Islam. Mereka ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran agar tujuan pendidikan yang diinginkan bisa terwujud. Pendidik sangat berperan besar sekaligus menentukan ke mana arah potensi peserta didik yang akan dikembangkan. Agar mutu pendidikan Islam dapat berkualitas, maka guru atau pendidik harus mempunyai karakter pendidik pendidikan Islam yang mumpuni serta para pendidik harus berkompetensi. 

1.2 Masalah atau Topik Bahasan Makalah
Masalah atau topik bahasan makalah ini yaitu karakteristik pendidik dalam pendidikan Islam, uji kompetensi guru, dan materi uji kompetensi guru

1.3 Tujuan Penulisan Makalah  
 Makalah ini dimaksudkan untuk membahas tentang berbagai hal yang berhubungan dengan karakteristik pendidik dalam pendidikan Islam, uji kompetensi guru, dan materi uji kompetensi guru serta untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam.
BAB 2
PEMBAHASAN
1. Karakteristik pendidik dalam pendidikan Islam
Pendidikan yaitu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. 
Pendidikan Islam yaitu proses pembimbingan pembelajaran dan atau pelatihan terhadap manusia (anak, generasi muda) agar nantinya menjadi orang Islam, yang berkehidupan serta mampu melaksanakan peranan dan tugas-tugas hidup sebagai “muslim”, yang jika di Indonesiakan menjadi orang Islam. 
 Menurut Moh.Fadil al-Djamil menyebutkan bahwa pendidik Yaitu orang yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik sehingga terangkat derajat kemanusiaannya sesuai dengan kemampuan dasar yang dimilki oleh manusia. 
Al Qosyandi , seorang pendidik Islam zaman khalifah Fatimiyah di Mesir mengatakan beberapa syarat bagi seorang pendidik Islam sebagai berikut:
a. syarat fisik: bagus badannya, manis muka / berseri-seri, lebar dahinya, dahinya terbuka dari rambutnya (bersih).
b. syarat psikis: berakar sehat, tajam pemahamannya, adil, bersikap perwira, lurus dada, bila berbicara artinya lebih dahulu terbayang dalam hatinya, perkataanya jelas dan mudah dipahami dan berhungan dengan yang lain, memilih perkataan yang mulia dan baik, menjauhi sesuatu yang membawa kepada perkataan yang tidak jelas. 
Selain itu pendidik juga harus menguasai ilmu dan mampu mengajarkannya.
Seorang guru harus senantiasa belajar. Ini menjadi sangat penting, agar dalam proses belajar mengajar tidak terkesan bersifat monoton. 
Guru hendaknya mampu mendidik kreatifitas peserta didik. Dengan adanya kreatifitas peserta didik maka penyampaian bahan ajar akan semakin mudah
Guru dituntut mampu menjadi model, panutan, sentral identifikasi diri bagi peserta didik misalnya guru harus memiliki sikap tegas dan terhormat. Apapun yang dilakukan guru biasanya akan ditiru oleh muridnya.
Guru yang baik hendaknya memiliki komitmen pengembangan ilmu dan mengajarkannya kepada peserta didik. Dia senantiasa menambah ilmunya dari siapapun dan dari manapun. Jika mendapatkan ilmu baru dan dirasa berguna maka langsung disampaikan kepada muridnya.
Sorang guru harus mampu mengembangkan nilai akhlak dan peradaban. Guru atau pendidik harus memiliki sifat zuhud, mengajar hanya untuk mendapat ridha Alloh, Ikhlas dalam melaksanakan tugas, suci dan bersih, murah hati, dan sebagainya. Kalau akhlak-akhlak mulia itu sudah tertanam dalam pribadi seorang guru maka dia akan mudah untuk mengembangkan akhlak peserta didiknya.
Guru harus punya komitmen profesionalitas sebab untuk menjadikan mutu pendidikan kita berkualitas butuh keprofesionalan. 
Guru seharusnya mengerti dan benar-benar memahami karakter setiap anak didiknya, yang sudah pasti berbeda-beda. Tanpa itu, seorang guru mungkin hanya akan menjadi pelengkap atau bahkan hiasan formal belaka disuatu lembaga yang menaunginya.
Sebagai anak didik, kami sangat merindukan sosok guru yang bersahaja, bijaksana, dan mau ngemong atau bahkan tulus ikhlas kehilangan apa yang dimiliki seperti harta, tenaga, atau bahkan waktu. Selain itu, kami juga rindu sosok guru yang sabar telaten, dan mau memperhatikan serta memikirkan masa depan anak didiknya.
Meski demikian, kewajiban dan hak-hak yang diperoleh guru harus seimbang. Guru wajib mendidik dan memberikan arahan-arahan serta menjadi suritauladan anak didik. Disisi lain, guru memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi anak didiknya.
Bentuk hak-hak yang diinginkan guru bukanlah penghormatan atau sumbangan dalam bentuk materi. Namun lebih dari itu, guru berharap agar anak didiknya berprestasi. Dalam arti, memiliki pengetahuan serta budi pekerti yang mumpuni, bahkan melebihi kapasitas sang guru. Dengan wujud keseimbangan itu, mungkin arti dari “pahlawan tanpa tanda jasa” bagi seorang guru akan mudah dipahami. 
 
2. Uji kompetensi guru
Para guru hendaknya mengetahui Undang-undang Guru dan Dosen , Itu adalah suatu ketetapan politik bahwa pendidik yaitu pekerja profesional, yang berhak memperoleh hak-hak dan kewajiban profesional. Sangat diharapkan, pendidik dapat mengabdikan secara menyeluruh pada profesinya serta dapat hidup layak dari profesi tersebut.
Dalam Undang-undang Guru dan Dosen ditentukan bahwa seorang:
• Pendidik wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran. 
• Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program diploma empat (D-IV) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru untuk guru dan S-2 untuk dosen. 
• Kompetensi profesi pendidik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. 
 Manfaat Uji Kompetensi Guru
• Pengelompokan guru
• Acuan pengembangan kurikulum
• Acuan pembinaan guru
• Mendorong kegiatan dan hasil belajar

 Materi uji kompetensi guru
 Kemampuan dasar (kepribadian)
Kemampuan dasar (kepribadian) yaitu kepribadian pendidik yang mantap, stabil, dewasa, arif, serta berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia, misalnya:
• Beriman dan bertakwa
• Berwawasan pancasila
• Mandiri dan tanggungjawab
• Berwibawa
• Berdisiplin
• Berdedikasi
• Bersosialisasi dengan masyarakat
• Mencintai peserta didik dan didikannya


 Kemampuan umum (mengajar)
Kemampuan umum (mengajar) yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan serta pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, juga pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Contoh kemampuan kepribadian yang dimiliki guru yaitu:
• Menguasai ilmu kependidikan
• Menguasai kurikulum
• Menguasai metodologi pembelajaran
• Menguasai pengelolaan kelas
• Mampu mengevaluasi pelajaran
• Mampu mengembangkan dan aktualisasi diri

 Kemampuan khusus (pengembangan ketrampilan)
Kemampuan khusus (pengembangan ketrampilan) yaitu kemampuan pendidik dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas serta mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memperoleh kompetensi yang ditetapkan. Gurun juga diharapkan memilki kemampuan untuk berrkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat. Contoh dari kemampuan khusus (pengembangan ketrampilan yaitu:
• Bertanya 
• Memberi penguatan
• Mengadakan variasi
• Menjelaskan
• Membuka dan menutup pelajaran
• Mengelola kelas


BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan dan Analisa
Guru adalah ujung tombak dalam proses belajar mengajar. Karena guru lah yang berinteraksi langsung dengan siswa di dalam kelas. Gurulah yang memegang peranan yang sangat penting dalam membuat siswa mengerti dan paham mengenai mata pelajaran yang diajarkan. Sekolah sebagai institusi pendidikan perlu guru / pendidik yang memberikan bekal pengetahuan kepada siswanya mengenai etika, moral, empati, dan sebagainya.
Uji kompetensi guru yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana guru menjalankan perannya sebagai pengajar sekaligus pendidik adalah salah satu faktor penting yang perlu dilakukan tetapi hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah sejauh mana hasil uji komptensi ini akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses belajar mengajar di sekolah serta output yang dihasilkan.
Jika uji kompetensi dilakukan untuk mengetahui kemampuan guru yang bersangkutan, maka kami kira hasil uji kompetensi tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan jika tidak diikuti dengan evaluasi terhadap apa yang terjadi di dalam ruang kelas sebagai tempat terjadinya proses belajar mengajar.
Semoga upaya meningkatkan kemampuan dan kualitas guru melalui uji kompetensi diikuti dengan pemantauan yang hati-hati dan terstruktur mengenai pengaruh dari hasil uji kompetensi ini terhadap proses belajar mengajar yang terjadi di lapangan, dalam rangka meningkatkan kualitas output dari proses pendidikan kita.

3.2 Penutup
Jika ada kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami nantikan saran dan kritik yang membangun. Terima kasih atas segala perhatiannya. Mungkin, nasehat berikut akan mampu membukakan mata hati kita semua...
Jika kalian berguru,
Pilihlah manusia yang benar,
Yang baik martabatnya,
Yang mengerti hukum, 
Yang pandai dan bermutu ibadahnya,
Lebih baik lagi jika guru itu ahli tapa,
Yaitu guru yang terasah,
Tak perrnah memikirkan pemberian orang lain,
Itulah orang yang pantas dijadikan guru,
Ketahuilah ajarannya... (pemahamannya)
  “serat wulung reh” dari Pupuh Dhandang gula. 

DAFTAR PUSTAKA
Al-Quraan dan Terjemahannya” Al-Hikmah”, 2007, Bandung:CV Penerbit Diponegoro
Prof.DR.Muhammad Athiyah Al-Abrasyin (Syamsyudin Asrofi,Dkk.penerjemah), “Beberapa pemikiran pendidikan agama Islam”, Yogyakarta: Titian Ilahi PRESS, 1996, Hlm. 70.
Drs.H.Jadjab, M.A, 1996, dkk. “Dasar-dasar Kependidikan Islam” (Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan Islam), Surabaya: Karya Aditama
Prof.Dr.H.Ramayulis, “Ilmu Pendidikan Islam”, Jakarta: Kalam Mulia.
Proyek pembinaan prasarana dan sarana perguruan tinggi agama / IAIN di Jakarta Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta:Dirjen Pembinaaan Kelembagaan Agama Islam 1983
Achmad Chodjim, “Syekh Siti Jenar-Makna Kematian”, Serambi-cet. X November 2006
Eko Wahyudi, Menggagas Idealisme Guru, artikel koran Suara Merdeka, 28 Agustus 2006
Fasli Jalal, Sertifikasi Guru Untuk Mewujudkan Pendidikan Yang Bermutu?, http://sertifikasiguru.org/index.php?page=info, diakses tanggal 7 Maret 2009





ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Category:

Dedi Wahyudi, S.Pd.I: Kami harapkan senyum, salam, sapa, saran dan kritik untuk tulisan serta tampilan blog ini. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ilmunya membawa berkah.

0 komentar

Silahkan kirim komentar anda!