Jogja Course Center

product 1

Jogja Course Center (JCC) sebagai lembaga yang memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri, serta mendukung dalam penguasaan dan penerapan ilmu bahasa asing dan komputer, dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Info detail klik di sini.

Iklan AndaI

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Iklan Anda

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Podoluhur News

Dedi Wahyudi lagi sibuk garap tesis, mohon doanya semoga diberikan kemudahan oleh Allah, aamiin.

TUGAS MANDIRI PENGELOLAAN PENGAJARAN

Dedi Wahyudi | 5/22/2009 06:26:00 am | 0 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

(Suatu Dinamika Profesi Keguruan)
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah 
Ilmu Pendidikan Islam
Dosen Pengampu : Dra. Hj. Afiyah AS, M.Si

Disusun Oleh :
Nama : Daluti Delimanugari
NIM : 08410183
Kelas : PAI D

FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2009

PENDAHULUAN

 Guru dalam proses belajar mengajar memiliki fungsi yang sangat strategis dalam melakukan tugas mendidik dan mengajar, karena melalui proses pendidikan akan terbentuklah sikap dan prilaku peserta didik. Guru sebagai seorang pendidik disebut sebagai seorang muaddib yaitu orang yang berusaha mewujudkan budi pekerti, nilai-nilai moral, atau transfer of values. Sedangkan guru sebagai pengajar atau mu’allim adalah orang yang mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan kepada peserta didik, sehingga peserta didik mengerti, memahami, menghayati, dan mengamalkan berbagai ilmu pengetahuan yang dapat disebut transfer of knowledge. Dari berbagai fungsi pengajaran agama Islam di sekolah nampaknya tugas tanggung jawab guru agama Islam semakin berat tapi mulia. Oleh karena itu guru dituntut memiliki kreatifitas, aktivitas dan dinamika dalam proses belajatr mengajar, agar terjadi proses belajar mengajar yang lebih bermakna, sehingga proses pengajaran dapat mewujudkan pribadi muslim yang baik .

PEMBAHASAN

A. RUANG LINGKUP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
1. Pengertian
Pendidikan Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam menyakini, memahami, menghayati, mengamalkan, agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.
Pendidikan umum, madrasah, pesantren, dan pendidikan di masyarakat atau pendidikan tinggi merupakan ranah penting dalam membentuk pandangan hidup dalam wujud keseimbangan. Dalam membentuk pandangan hidup yang perlu diperhatikan ada apa di dalam diri seseorang itu. Sebagaimana diketahui bahwa manusia dalam bentuk jasad dimana akal, hati, dan nurani atau menurut al-toumy ada badan, akal, dan ruh 

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserttya didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 
Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT serta berakhlak mulia, serta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi .

3. Fungsi Pengajaran Agama Islam 
A. Pengembangan : yaitu meningkatkan kleimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT, yang telah ditanamkan dalam dilingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama menanamkan keimanan dan ketakwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. 
B. Penyaluran : yaitu untuk menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat khusus di bidang agama agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat untuk orang lain.
C. Perbaikan : untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan dalam keyakinan, pemahaman, dan pengalaman ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
D. Pencegahan : untuk menangkal hal-hal negative dari lingkungan peserta didik atau dari lingkungan budaya lain yang dapat membahayakan dan menghambat perkembangan dirinya menuju manusia seutuhnya.
E. Penyesuaian ; untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan social dan dapat mengubah lingkungannya sesuai ajaran agama Islam 
F. Sumber nilai : memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
G. Pengajaran : untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan yang fungsional.


4. Pendekatan
Dalam melaksanakan pendidikan agama Islam pada sekolah menengah dapat dipakai beberapa pendekatan:
1. Pendekatan pengalaman : yaitu memberikan pengalaman keagamaan kepada peserta didik untuk senantiasa mengamalkan ajaran agamanya. 
2. Pendekatan pembiasaan : yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk senantiasa nmengamalkan ajaran agamanya.
3. Pendekatan emosional : yaitu usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam menyakini, menghayati, dan memahami ajaran agamanya.
4. Pendekatan rasional : yaitu usaha untuk memberikan perasaan kepada rasio (akal) dalam memahami dan menerima ajaran agama
5. Pendekatan fungsional yaitu usaha menyajikan ajaran agama Islam dengan menekankan kepada kemanfaatannya bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingkat perkembangannya 

5. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pendidikan agama Islam meliputi keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara 
1. Hubungan manusia dengan Alloh SWT
2. Hubungan manusia dengan sesama manusia
3. hubungan manusia dengan dirinya sendiri
4. Hubungan manusia dengan mahluk lain dan lingkungan 
Adapun Ruang lingkup bahan pelajaran pendidikan agama Islam meliputi tujuh unsure pokok yaitu
1. Keimanan
2. Ibadah
3. Al Quraan
4. Akhlak
5. Muamalah
6. Syari’ah
7. Tarikh 

B. PENGELOLAAN PENGAJARAN
1. Pengertian Pengelolaan Pengajaran
Pengelolaan pengajaran selalu terkait dengan prosesw belajar mengajar, karena seorang guru guru harus menentukan tujuan yang akandicapai dalam pengajaran. Kata pengelolaan pengajaran berasal dari “The management of learning”. Dari perkataan pengelolaan, guru adalah sebagai pengelola dan pelaksana. Yang dimaksud guru sebagai pengelola yaitu guru sebagai pengelola sumber belajar dan yang dimaksud dengan pelaksana yaitu guru sebagai sumber belajar. 
Apabila seorang guru sengaja menciptakan lingkungan belajar di dalm kelas dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya maka guru bertindak sebagai “manager”. Apabila guru mengajar di kelasnya, maka ia menjadi salah satu sumber belajar yang dikelolanya, maka ia bertindak sebagai guru pelaksana oleh karena itu fungsi seorang guru dalam pengelolaan pengajaran ada 4 yaitu 
1. Merencanakan yaitu menyusun tujuan belajar yang telah ditentukan agar tercapai secara optimal
2. Mengorganisasikan yaitu mengatur dan menghubungkan sumber-sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar secara efektif dan efisien
3. Memimpin yaitu pekerjaan guru untuk memotivasi, mendorong, dan menstimulasi agar mereka siap mewujudkan tujuan belajar.
4. Mengawasi yaitu untuk menentukan keberhasilan dalam mengorganisasikan dan memimpin dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan



C. DINAMIKA PROFESI KEGURUAN
Tantangan pendidikan pada masa kini nampaknya semakin berat karena tuntutan masyarakat modern semakin komplek. Jika dilihat fungsi pengajaran agama saat ini, nampaknya pengajaran agama bukan hanya merupakan transfer of knowledge semata, tapi titik tolaknya adalah transfer of value, artinya pengetahuan agama itu harus dapat menjadi social control bagi setiap manusia dalam setiap aspek kehidupan.
Sejalan dengan konsep dasar tersebut, maka dinamika profesi keguruan harus dapat dikembangkan, sesuai dengan lajunya pertumbuhan zaman. Pendidik pada masa kini diharapkan memiliki sikap dinamis dan kreatif untuk mengimbangi perkembangan pendidikan, agar pendidik atau guru tidak ketinggalan dengan alur piker dan perkembangan jiwa peserta didik. Strategi yang digunakan dalam pendidikan modern adalah “berbuat adalah berbuat”, atau “ belajar adalah berbuat”. 
Peserta didik tidak hanya cukup dengan mendengar, mencatat, melihat, dan meresapi tapi mereka harus aktif berbuat dan bekerja sesuai dengan bahan ajar metode yang digunakan serta kegiatan belajar mengajar yang telah direncanakan karenanya dinamika dan kreatifitas sangat dibutuhkan.
Dengan demikian profesi pada hakekatnya adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan ketrampilan yang berkualifikasi tinggi dalam melayani atau mengabdi kepentingan umum untuk mencapai kesejahteraan manusia. Pekerja professional selalu akan mengadakan pelayanan atau pengabdian yang dilandasi kemampuan profesi dan filsafat hidup yang tinggi serta akan menampakkan ketrampilan teknis yang didukung oleh pengetahuan dan sikap pribadi yang dilandasi norma-norma yang mengatur para anggota profesi.
Para guru yang mengajar pada umumnya dilandasi oleh keikhlasan semata dan biasanya mengajar di banyak tempat, untuk itu perlu diberi insentif. Sarana dan prasarana pembelajaran juga sangat minim, banyak dari mereka yang belajar ditempat yang tidak layak. Bila pendidikan ini berjalan seadanya, maka jutaan anak didik sebagai produknya hanya memiliki kualitas seadanya. Mereka akan gamang menghadapi kehidupan yang semakin kompetitif dan akhirnya menjadi beban masyarakat atau pemerintah .
Dengan demikinpengelolaan pengajaran membutuhkan dinamika profesi keguruan, agar dapat membantu menopang tugas guru serta fungsi guru sebagai transfer of knowledge atau mu’allimdan transfer of value atau muaddib, dalam rangka menuju pengajaran yang berhasil dan proses belajar mengajar yang kondusif, sesuai dengan lajunya irama perkembangan pemikiran manuasia.


PENUTUP
 Demikian tadi makalah yang dapat kami buat mengenai pengelolaan pengajaran agama Islam. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya. Kami nantikan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Namun apabila ada kesalahannya kami moihon maaf dan terima kasih. 

DAFTAR PUSTAKA

Hasbi, Indra. 2005, Pendidikan Islam Melawan Globalisasi , Jakarta : Ridamulia.
Omar Mohammed Al-Toumy. 1976, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bulan Bintang
Marasudin Siregar. 1998, Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar PAI, Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisanga

   


ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Category:

Dedi Wahyudi, S.Pd.I: Kami harapkan senyum, salam, sapa, saran dan kritik untuk tulisan serta tampilan blog ini. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ilmunya membawa berkah.

0 komentar

Silahkan kirim komentar anda!