Jogja Course Center

product 1

Jogja Course Center (JCC) sebagai lembaga yang memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri, serta mendukung dalam penguasaan dan penerapan ilmu bahasa asing dan komputer, dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Info detail klik di sini.

Iklan AndaI

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Iklan Anda

product 1

Pasanglah iklan Anda di sini. Ingsyallah membawa berkah. Apalagi menghidupi hamba Allah yang sedang belajar ilmu agama. Alasan lainnya klik di sini.

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Dedi Wahyudi Siap Membangun Negeri Menuju Indonesia Digdaya 2030

Podoluhur News

Dedi Wahyudi lagi sibuk garap tesis, mohon doanya semoga diberikan kemudahan oleh Allah, aamiin.

Hadits tarbawi

Dedi Wahyudi | 8/18/2010 09:33:00 am | 0 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Korupsi dan Kolusi “. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah hingga zaman yang penuh pengetahuan.

Makalah ini terwujud berkat adanya bantuan dan kerjasama serta bimbingan yang tidak ternilai harganya dari teman-teman. Untuk itu perkenankanlah penulis menghaturkan ucapan terima kasih kepada dosen pambimbing bidang studi Hadist Tarbawi yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan makalah ini sehingga wawasan dan pengetahuan penulis bertambah.

Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua serta menambah wawasan kita khususnya dalam materi tentang “Korupsi dan Kolusi”.

Pekanbaru, Mei 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………… i

DAFTAR ISI………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………… 1

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….. 2

A.Larangan Menyuap……………………………………….. 3

1. Teks Hadits dan terjemahannya tentang larangan menyuap… 4

2.Menentukan Kata dasar dan kata kunci…………………. 4

3. Melacak hadits melalui kitab Mu’jam Al-Mufarras……. 4

4. Teks hadits dalam kitab-kitab hadits dan skema sanad… 4

5. Biografi Sanad…………………………………………. 5

6. Terjemahan Hadits…………………………………….. 6

7. Makna Mufradat………………………………………. 6

8. Asbabul Wurud……………………………………….. 6

9. Pembahasan Hadits (Syarah Hadits)………………….. 6

10. Hubungan Hadits dengan Pendidikan………………… 7

B.Larangan Para Pejabat Menerima Hadiah…………… 8

1. Teks Hadits dan terjemahannya tentang larangan menyuap…. 8

2.Menentukan Kata dasar dan kata kunci………………………. 8

3. Melacak hadits melalui kitab Mu’jam Al-Mufarras…………. 9

4. Teks hadits dalam kitab-kitab hadits dan skema sanad……… 10

5. Biografi Sanad……………………………………………….. 11

6. Terjemahan Hadits…………………………………………… 12

7. Makna Mufradat…………………………………………… .. 13

8. Asbabul Wurud……………………………………………… 14

9. Pembahasan Hadits (Syarah Hadits)………………………… 14

10. Hubungan Hadits dengan Pendidikan……………………… 15

BAB III PENUTUP………………………………………………………. 16

A. Kesimpulan………………………………………………….. 16

B. Saran………………………………………………………… 16

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Didalam kehidupan kita sehari-hari kita mengenal kata korupsi dan kolusi. Diman arti korupsi adalah mengambil sesuatu yang bukan hak miliknya, sedangkan kolusi adalah kegiatan suap-menyuap.

1.2 Pokok Permasalahan.

Penulis membahas beberapa masalah tentang hal-hal sebagai berikut:

  1. Larangan Menyuap
  2. Larangan Pejabat Menerima Hadiah

BAB II

PEMBAHASAN

KORUPSI DAN KOLUSI

  1. Larangan Menyuap (BM : 1412)
  1. Teks Hadist tentang Larangan Menyuap.

  1. Kata dasar dan kunci.

Kata dasarnya adalah :

Kata kuncinya adalah :

  1. Melacak hadist melalui kitab Mu’jam

Setelah mengetahui dan menentukan kata dasar dari hadits tersebut, maka kata dasar tersebut digunakan untuk mempermudah dalam mencari sumber asli hadits melalui kitab referensi, yaitu kitab Mu’jam Al- Mufarras. Setelah kami melacak kitab referensi kitab Mu’jam tersebut, maka kami menemukan referensi kitab-kitab yang menjadi acuan hadits tersebut, seperti ini :

  1. Teks hadits dalam kitab-kitab hadits dan skema sanad.

Teks dan skema sanad riwayat Bukhori no 81

  1. Biografi Sanad
    1. Sa’idil Maqburi

    1. Abu Hurairah

Beliau dikenal dengan nama Abu Hurairah Ad dausi Al Yamani. Nama aslinya Abdurrahman bin Sakhar. Beliau adalah sahabat Rasulullah saw yang paling banyak meriwayatkan hadits. Nama Abu Hurairah merupakan gelar yang diberikan Rasulullah karena ia selalu membawa kucing seperti anaknya sendiri. Kejujuran dan keterpeliharaannya tidak diragukan lagi sama sekali.

  1. Terjemahan Hadits

Sesungguhnya kamu akan rakus terhadap pemerintahan atau pekerjaan dan kamu akan menyesal pada hari kiamat. Maka sebaik- baiknya menempati nikmat adalah wanita yang menyusui dan seburuk-buruknya nikmat adalah menceraikan anak dari pada menyusu. Sesungguhnya kalian akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinan dan kalian akan menyesal pada hari kiamat.

  1. Makna Mufradat

Rakus / menyuap :

Pemimpin / kekuasaan :

Menguasai :

Menyesal :

  1. Asbabul Wurud Hadits

  1. Syarah (Pembahasan) Hadits

Sebagaimana kita lihat pada hadits rasulullah diatas bahwa beliau menerangkan salah satu dari efek suap-menyuap itu sendiri adalah akan menjerumuskan manusia itu sendiri kepada kerakusan terhadap pemerintahan atau kekuasaan yang sedang dimilikinya yang tiada lain hanyalah akan membuat mereka menyesal pada hari kiamat nanti. Dan sebagaimana juga yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi :

Artinya : “Orang yang menyuap dan yang disuap adalah sama-sama dalam neraka”.

Begitu jelasnya bagi kita betapa dilarangnya suap-menyuap itu didalam Islam.

  1. Hubungan Hadits dengan Pendidikan

Pada hadits ini bila kita lihat dari segi pendidikan, maka hadits ini sangat relevan dan sangat erat hubungannya dengan pendidikan.Karena hadits ini menggambarkan betapa dilarangnya perbuatan suap-menyuap tersebut dan suap-menyuap itu juga akan mempunyai dampak yang banyak terhadap pemerintahan dan pendidikan, apalagi kita sebagai orang yang mempunyai latarbelakang pendidikan, hal ini akan sangat mencemarkan nama pendidikan itu sendiri. Maka adapun isi kandungan pendidikannya adalah kita dilarang melakukan perbuatan tercela.

  1. Larangan Pejabat Menerima Hadiah (LM:1202)
  1. Teks Hadits dan terjemahannya tentang larangan para pejabat menerima hadiah.

  1. Kata dasar dan kata kunci.

Kata dasarnya adalah :

Kata kuncinya adalah :

  1. Melacak Hadits melalui Kitab Mu’jam.

etelah mengetahui dan menentukan kata dasar dari hadits tersebut, maka kata dasar tersebut digunakan untuk mempermudah dalam mencari sumber asli hadits melalui kitab referensi, yaitu kitab Mu’jam Al- Mufarras. Setelah kami melacak kitab referensi kitab Mu’jam tersebut, maka kami menemukan referensi kitab-kitab yang menjadi acuan hadits tersebut, seperti ini :

  1. Teks Hadits dalam kitab hadits dan skema sanad.

a. Teks hadits dan skema sanad riwayat Bukhari kitab iman no 300

b.Teks Hadits dan skema sanad riwayat Diromi kitab zakat no 31

c. Teks hadits dan skema sanad riwayat siri no 15

  1. Biografi Sanad

§ Abu Yaman

§ Syu’aib

§ Humaidi Anshori

§ Urwah bin zubair

Namanya : Urwah Bin Az zubair bin Al awwan bin Khuwailiddin asad bin Abdul uzza Quushai Al Qurasy Al asadi, Abu Abdillah Almadani Al Faqih, salah seorang dari tujuh ulama fiqih Madina yang terkenal. Urwah bin Zubair dilahirkan pada tahun 23 hijriah dan meninggal usia pada usia ke 67 tahun.

  1. Terjemahan Hadits

“Hadits Abu Humaid As-Sa’idy, bahwasanya Rasulullah saw mengangkat seorang amil, lalu amil itu datang kepada Nabi saw, ketika telah selesai dari pekerjaannya. Ia berkata : “Ya Rasulullah, ini untuk engkau, sedang ini dihadiahkan untukku”. Maka Nabi bersabda kepadanya :” Apakah kamu tidak sebaiknya duduk dirumah ayahmu dan ibumu sambil menunggu apakah kamu akan diberi hadiah atau tidak?. Kemudian Rasulullah saw berdiri pada suatu petang setelah shalat, lalu Nabi bertasyahhud dan memuji Allah SWT dengan hal yang pantas bagi Allah SWT. Kemudian Nabi bersabda:” Amma ba’du, maka mengapakah amil yang kami angkat lalu datang kepada kami seraya mengatakan inilah hasil dari pekerjaanmu yang ditugaskan kepadaku, dan ini dihadiahkan kepadaku.Maka tidak sebaiknya ia duduk dirumah ayah dan ibunya sambil menunggu apakah dia akan diberi hadiah atau tidak ?. Demi Tuhan yang diri Muhammad berada ditanganNya. Tiadalah salah seorang kamu mengkhianati sesuatu adri harta zakat melainkan ia datang membawa unta dalam keadaan bersuara. Apabila yang dikhianati adalah seekor lembu maka iapun akan datang mambawanya dalam keadaannya bersuara. Apabila yang dikhianatiNya adalah seekor kambing, iapun datang membawanya dalam keadaan bersuara. Sesungguhya aku telah menyampaikan”. Lalu Abu Humaid berkata :” Kemudian Rasulullah saw mangangkat tangannya sehingga kami melihat warna ketiaknya yang keabu-abuan”.

Al Bukhari mentakhrijkan hadits ini dalam “ Kitab Sumpah dan Nadzar” bab tentang bagaimana sumpah Nabi saw.

  1. Makna Mufradat

Mengangkat :

Datang :

Hadiah :

Menunggu :

Petang :

Bertasyahud :

Mengkhianati :

  1. Asbabul Wurud Hadits.

“ Yang datang padamu tanpa diminta, itulah rezeki yang diberikan Allah kepadamu”.

Keterangan:

    1. Menunjukkan bahwa menerima hadiah itu boleh selama sesuai dengan ketentuan syara’, demikian pula hibah. Ada keterangan dari Salim bin Abdullah bin Umar dari ayahnya Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah saw pernah memberi kepadanya sesuatu. Umar berkata :” Berikan kepada orang yang lebih membutuhkan dari padaku”. Rasulullah bersabda:” Ambillah, jika ada yang memberimu padahal kamu tidak memintanya terimalah. Bahkan jika kau menginginkannya, ambil semuanya. Jika tidak sedekahkanlah kepada orang lain. Salim berkata :“ Abdullah tidak meminta sesuatu kepada seseorang dan tidak pula menolaknya menolaknya jika diberi”.

    1. Yang diharamkan adalah Rasywah (sogok suap). Yakni akan memberi sesuatu kepada seseorang jika yang dimintanya, diinginkannya, diberikan atau dilaksanakan oleh orang tersebut.

  1. Syarah (Pembahasan) Hadits

Pada dasarnya dalam islam , hadiah dianggap sebagai salah satu cara untuk lebih merekatkan persaudaraan atau persahabatan dan untuk lebih meningkatkan rasa saling mencintai.

Sebagaimana hadits Turmudzi meriwayatkan hadits lain dari Abu Hurairah.

Artinya : “Saling memberi hadiahlah kamu semua , sesungguhnya hadiah itu menghilangkan kebencian dan kemarahan.”

Kemudian, pada hadits Rasulullah diatas dapat kita ambil gambaran seorang amil yang diangkat oleh Rasulullah yang menerima hadiah dari zakat yang dipungutnya. Maka Rasulullah melarangnya dengan memberikan tamsilan duduk dirumah orang tua. Kita sendiri apakah akan diberi hadiah atau tidak. Inilah sebuah gambaran yang diberikan Rasulullah, bahwa tidak mungkin seseoarang itu akan memberikan hadiah kalau tidak ada tujuan tertentu, apalagi seorang pemimpin atau pejabat yang menerima hadiah dari bawahannya, sekalipun ada unsure ikhlasnya tetapi dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan fitnah. Oleh karena itu para pemimpin atau pejabat itu dilarang untuk menerima hadiah.

  1. Hubungan Hadits dengan Pendidikan.

Pada hadits kedua ini sangat jelas sekali memberikan banyak didikan kepada kita, seperti digambarkan seorang amil yang menerima hadiah dari zakat yang dipungutnya. Rasulullah secara tidak langsung melarang hal ini. Karena mengambil hadiah disini sama saja dengan mengambil sebagian dari hak milik orang lain, apalagi seorang pejabat yang menerima hadiah , ini akan dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah, disinilah letak sisi pendidikannya yang telah digambarkan oleh Rasulullah saw.

BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan

Dari uraian diatas yang dapat kita ambil bahwa perbuatan suap-menyuap sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat karena akan merusak berbagai tatanan atas system yang ada di masyarakat, dan menyebabkan terjadinya kecerobohan dan kesalahan dalam menetapkan ketetapan hukum. Sehingga, hukum dapat dipermainkan dengan uang.; Akibatnya terjadi kekacauan dan ketidakadilan.

3.2 Saran

Penulis mengakui bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan yang semestinya perlu ditambah dan diperbaiki. Uraian dan contoh yang diambil masih sangat kurang. Oleh sebab itu, segala masukan yang bersifat positif sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang. Harapan penulis semoga inti dari permasalahan yang kita bahas ini dapat dipraktikkan dikehidupan sosial.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Category:

Dedi Wahyudi, S.Pd.I: Kami harapkan senyum, salam, sapa, saran dan kritik untuk tulisan serta tampilan blog ini. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ilmunya membawa berkah.

0 komentar

Silahkan kirim komentar anda!